Badai Nolo Ancam Hawaii dengan Banjir Katastrofik, Trump Setujui Status Darurat

Badai Nolo Ancam Hawaii dengan Banjir Katastrofik, Trump Setujui Status Darurat

Badai Nolo bergerak lambat menuju Hawaii dengan potensi hujan hingga tiga kaki. Pulau Besar berada dalam status pengawasan badai, sementara Presiden Amerika Serikat menyetujui deklarasi darurat untuk negara bagian itu.

Penduduk di Pulau Besar Hawaii berada dalam status pengawasan badai saat Badai Nolo bergerak melintasi Samudra Pasifik menuju kepulauan tersebut. Peringatan itu berarti kondisi badai dapat terjadi dalam waktu 24 hingga 36 jam, dan pada saat itu badai diperkirakan telah menjadi badai besar.

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa Badai Nolo tidak diperkirakan mencapai daratan pada akhir pekan ini. Namun, badai itu memiliki dua sifat berbahaya, yakni pergerakan yang sangat lambat dan curah hujan yang sangat deras di wilayah yang dilaluinya.

Curah hujan maksimum dari badai ini di sejumlah wilayah diperkirakan dapat melampaui dua kaki atau sekitar 61 sentimeter. Secara lebih luas, curah hujan 10 hingga 25 inci diperkirakan terjadi di banyak area. Sebagian perkiraan bahkan menyebut curah hujan hingga tiga kaki di Pulau Besar.

Pusat badai memperingatkan bahwa banjir bandang yang mengancam nyawa dan bersifat katastrofik sangat mungkin terjadi, termasuk potensi tanah longsor. Pihak berwenang mendesak warga menyelesaikan persiapan menghadapi dampak hujan deras dan banjir sebelum badai mendekat.

Pada Jumat sore, kecepatan angin berkelanjutan maksimum Badai Nolo tercatat 105 mil per jam, yang menempatkannya sebagai badai kategori 2. Yang menjadi perhatian utama adalah kecepatan pergerakannya yang hanya sekitar 5 mil per jam, sehingga badai dapat bertahan lama di satu wilayah.

Dalam 72 jam berikutnya, kecepatan angin Badai Nolo diperkirakan dapat mencapai 140 mil per jam, yang akan menjadikannya badai kategori 4. Badai itu terus menguat karena memperoleh energi dari perairan laut yang hangat di sekitarnya.

Peringatan badai tropis diberlakukan untuk wilayah Hawaii County, di samping pengawasan badai yang sudah berlaku. Wilayah Maui County berada dalam pengawasan badai tropis dan diperkirakan dapat menerima curah hujan hingga 10 inci.

Presiden Amerika Serikat menyetujui deklarasi darurat untuk Hawaii pada Jumat. Menurut Gubernur Hawaii Josh Green, deklarasi itu akan menyediakan sumber daya dan bantuan federal bagi negara bagian tersebut dalam proses pemulihan dari dampak Badai Nolo.

Meski pusat badai berada ratusan mil dari Hawaii, medan anginnya sangat luas. Angin berkekuatan badai meluas hingga 45 mil dari inti sistem, sementara angin berkekuatan badai tropis mencapai jarak hingga 140 mil. Pusat badai diperkirakan tetap berada jauh di selatan kepulauan utama.

Pulau Besar mulai merasakan kondisi badai tropis pada Jumat malam. Warga di kawasan pesisir dan daerah rendah diminta bersiap menghadapi kemungkinan genangan air, sementara jalur transportasi dan pasokan listrik berpotensi terganggu akibat angin kencang dan hujan deras.

Wilayah Hawaii telah mengalami beberapa peristiwa cuaca ekstrem pada musim panas ini. Tanah yang sudah jenuh air dari badai-badai sebelumnya meningkatkan risiko banjir, karena permukaan tanah tidak lagi mampu menyerap curah hujan baru dalam jumlah besar.

Pergerakan badai yang lambat menjadi faktor yang memperburuk potensi dampak. Badai yang bergerak cepat biasanya melewati satu wilayah dengan relatif singkat, sedangkan badai lambat seperti Nolo dapat mengguyur kawasan yang sama selama berjam-jam sehingga akumulasi air menjadi jauh lebih besar.

Pihak berwenang mengimbau warga menyiapkan persediaan air, makanan, obat-obatan, dan sumber penerangan cadangan. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta bersiap untuk kemungkinan evakuasi bila kondisi memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Bagi kawasan kepulauan, badai seperti Nolo mengingatkan pada kerentanan geografis yang sulit dihindari. Terbatasnya jalur evakuasi dan ketergantungan pada pasokan dari luar pulau membuat kesiapsiagaan dini menjadi faktor paling menentukan dalam mengurangi kerugian.

Perkembangan Badai Nolo dalam beberapa hari ke depan akan terus dipantau otoritas cuaca. Kekuatan dan lintasannya akan menentukan seberapa besar dampak yang harus dihadapi warga Hawaii, terutama di Pulau Besar yang menjadi wilayah paling terpapar.

Tanah yang sudah jenuh air menjadi faktor yang memperbesar risiko. Ketika permukaan tanah tidak lagi mampu menyerap, curah hujan tambahan langsung berubah menjadi limpasan yang mengalir ke kawasan rendah dan menimbulkan banjir bandang di wilayah permukiman maupun jalan penghubung antarwilayah.

Pulau-pulau di Pasifik menghadapi keterbatasan struktural dalam menghadapi badai. Jalur evakuasi yang terbatas dan ketergantungan pada pasokan dari luar membuat kesiapsiagaan sebelum badai tiba, termasuk cadangan logistik dan penempatan petugas darurat, menjadi faktor paling menentukan.

Sumber: NPR dan CBS News, 25-26 September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar