Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Berbahaya, PM2.5 Nyaris 2.000 Mikrogram

Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Berbahaya, PM2.5 Nyaris 2.000 Mikrogram

Kabut asap kembali menyelimuti Palangka Raya pada 29 September 2026 dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mendekati 2.000 mikrogram per meter kubik, masuk kategori berbahaya bagi seluruh penduduk.

Kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali berada pada kategori berbahaya. Pada Selasa, 29 September 2026, kabut asap pekat menyelimuti kota sepanjang pagi hingga siang, dan laporan lapangan menyebut indeks partikel halus PM2.5 nyaris mencapai 2.000 mikrogram per meter kubik. Angka itu jauh di atas ambang yang dianggap aman untuk semua kelompok, termasuk orang dewasa sehat sekalipun.

Partikel PM2.5 adalah butiran sangat kecil berukuran 2,5 mikrometer atau kurang. Ukurannya membuat partikel ini dapat melewati saringan alami di hidung dan tenggorokan, lalu masuk sampai ke saluran napas terdalam dan kantung udara paru-paru. Ketika konsentrasinya ekstrem, keluhan yang paling cepat muncul adalah mata perih, tenggorokan kering, batuk, sesak, dan sakit kepala.

Dampak jangka pendek paling berat dirasakan kelompok rentan: bayi dan anak-anak, ibu hamil, warga lanjut usia, serta penderita asma, penyakit paru obstruktif, jantung, dan diabetes. Pada kondisi udara seperti ini, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi, sementara kelompok rentan dianjurkan tetap di dalam rumah dengan jendela tertutup dan penyaring udara bila tersedia.

Asap yang menutupi Palangka Raya umumnya berasal dari kebakaran lahan dan hutan di sekitar kota. Pada musim kering, lahan gambut yang terbakar menghasilkan asap lebih tebal dan lebih lama dibandingkan kebakaran lahan biasa, karena api menjalar di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan. Gambut yang kering bisa terus berasap selama berhari-hari meski api di permukaan sudah dipadamkan.

Pemerintah daerah dan lembaga terkait mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan. Sekolah biasanya menyesuaikan diri dengan mengalihkan kegiatan ke dalam kelas atau meliburkan kegiatan olahraga, sementara kantor mulai menerapkan pembagian jam kerja. Imbauan seperti itu penting, tetapi efektivitasnya bergantung pada apakah warga memiliki pilihan untuk tetap di dalam ruangan, terutama pekerja harian dan pedagang lapangan.

Bagi warga, beberapa tindakan sederhana dapat menekan paparan. Masker yang dianjurkan untuk asap bukan masker kain biasa, melainkan masker yang menyaring partikel halus. Penyaring udara di rumah dapat dibuat dengan kipas dan saringan partikel berkerapatan tinggi, dan yang paling penting adalah menutup celah jendela serta pintu agar asap luar tidak masuk. Air bersih harus dijaga agar tetap bersih dari abu yang beterbangan.

Sisi lain yang perlu diperhatikan adalah gangguan layanan publik. Penerbangan sering menjadi korban pertama karena jarak pandang turun di bawah batas aman, dan pembatalan penerbangan berdampak pada pengiriman obat, dokumen, serta penumpang yang harus berpindah kota. Transportasi sungai dan darat juga melambat karena pandangan terbatas, sehingga waktu tempuh logistik memanjang.

Mutu udara disarankan diperiksa setiap hari, karena asap dapat berpindah cepat mengikuti arah angin. Alat pemantau sederhana dan laporan resmi dari dinas lingkungan hidup biasanya tersedia untuk umum, sedangkan satuan pemantau portabel makin banyak dipakai sekolah dan kantor untuk menentukan kebijakan kegiatan luar ruangan.

Penanganan asap tidak bisa hanya bertumpu pada pemadaman. Pencegahan pembakaran lahan, pengelolaan air di lahan gambut agar tetap lembap, serta penegakan aturan tentang pembukaan lahan tanpa bakar menentukan apakah kejadian serupa berulang setiap tahun. Tanpa perbaikan di sana, kota-kota di Kalimantan akan terus mengalami periode udara berbahaya pada musim kering.

Angka konsentrasi partikel perlu dibaca dengan satuan yang konsisten. Pengukuran kualitas udara dapat dinyatakan dalam mikrogram per meter kubik untuk massa partikel, atau dalam bentuk indeks yang telah disesuaikan untuk pelaporan publik. Kebingungan satuan sering membuat kesimpulan berbeda-beda ketika dua alat mengukur pada waktu yang sama.

Sekolah dan perusahaan biasanya menyesuaikan kebijakan ketika udara masuk kategori berbahaya. Kegiatan olahraga di luar ruangan ditiadakan, jam istirahat dipindahkan ke dalam ruangan, dan sebagian sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh untuk sementara. Keputusan ini sering harus diambil harian karena mutu udara dapat berubah mengikuti arah angin.

Kerugian ekonomi akibat asap tidak hanya soal biaya pemadaman. Sektor perdagangan, jasa, dan transportasi ikut terhambat karena warga mengurangi aktivitas luar ruangan, sementara biaya kesehatan meningkat beberapa bulan setelahnya. Pendekatan yang hanya berfokus pada pemadaman biasanya kurang memperhitungkan dampak lanjutan ini.

Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Tidak ada komentar

Posting Komentar