Parlemen Spanyol Jatuhkan Teguran kepada Menteri Pendidikan Milagros Tolon

Parlemen Spanyol Jatuhkan Teguran kepada Menteri Pendidikan Milagros Tolon

Kongres Deputi Spanyol menyatakan ketidaksetujuan terhadap Menteri Pendidikan Milagros Tolon menyusul hasil laporan PISA yang dinilai buruk dan persoalan awal tahun ajaran di Ceuta, dengan dukungan suara dari beberapa partai.

Kongres Deputi Spanyol menjatuhkan teguran terhadap Menteri Pendidikan Milagros Tolon dalam sebuah pemungutan suara yang didukung Partai Rakyat, Vox, dan Junts. Teguran itu berkaitan dengan hasil laporan PISA yang dinilai buruk serta persoalan awal tahun ajaran di kota otonom Ceuta.

Dalam keputusan tersebut, parlemen mendesak pemerintah mengembalikan seluruh siswa imigran dan menjamin kesejahteraan murid di Ceuta. Parlemen juga meminta pemerintah menarik sejumlah arahan yang dinilai merugikan capaian belajar siswa di kawasan tersebut.

Laporan PISA merupakan penilaian internasional yang mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains siswa berusia sekitar 15 tahun. Hasil Spanyol dalam penilaian itu menjadi dasar kritik parlemen terhadap arah kebijakan pendidikan nasional selama beberapa tahun terakhir.

Persoalan di Ceuta muncul setelah sejumlah siswa imigran ditempatkan di lingkungan belajar yang dinilai tidak siap. Kritik mengarah pada pengelolaan awal tahun ajaran di kota yang berbatasan langsung dengan Maroko dan memiliki komposisi penduduk yang beragam.

Menteri Tolon menghadapi pertanyaan di parlemen mengenai langkah kementerian menangani kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas belajar di sejumlah daerah. Ia menyatakan kementerian terus berupaya memperbaiki tata kelola pendidikan bersama pemerintah daerah otonom.

Dukungan dari Junts menunjukkan kritik terhadap kebijakan pendidikan datang dari kubu yang berbeda dalam peta politik Spanyol. Partai tersebut biasanya menempatkan diri di luar blok pemerintahan, sehingga sikapnya memperlihatkan persoalan ini melampaui batas-batas koalisi.

Teguran parlemen tidak menghapus jabatan menteri, namun menjadi catatan resmi atas kinerja kementerian. Di Spanyol, mekanisme semacam ini dipakai legislatif untuk menandai ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah tanpa harus melalui mosi tidak percaya.

Pemerintah Spanyol menyatakan akan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi yang muncul dalam perdebatan tersebut. Kementerian Pendidikan menyebut akan meninjau kembali penempatan siswa di wilayah dengan kondisi sarana belajar terbatas, termasuk di kota otonom.

Isu pendidikan menjadi salah satu topik yang paling sering muncul dalam perdebatan politik di Spanyol. Perbedaan pandangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah otonom mengenai kewenangan pendidikan membuat penyelesaian persoalan di lapangan membutuhkan koordinasi yang panjang.

Serikat guru di sejumlah wilayah menyatakan persoalan yang dibahas di parlemen sejalan dengan keluhan yang mereka sampaikan selama ini. Mereka menyoroti beban kerja tenaga pengajar, jumlah siswa per kelas, serta kondisi bangunan sekolah yang belum seluruhnya memadai.

Organisasi orang tua murid mendesak adanya perbaikan yang terukur, bukan sekadar perdebatan politik. Mereka meminta pemerintah daerah dan pusat menyampaikan rencana konkret beserta anggaran untuk memperbaiki mutu pembelajaran di kawasan yang tertinggal.

Perdebatan mengenai hasil PISA biasanya berlanjut dengan penyusunan rencana perbaikan kurikulum dan pelatihan guru. Sejumlah negara Eropa yang mengalami penurunan capaian belajar menempuh langkah serupa, dengan penekanan pada penguatan kemampuan dasar siswa.

Partai Rakyat dan Vox merupakan kekuatan oposisi utama terhadap pemerintahan saat ini. Dukungan kedua partai itu pada pemungutan suara menunjukkan persoalan pendidikan menjadi titik pertemuan kritik dari kubu kanan dan tengah-kanan terhadap kebijakan pemerintah.

Pemerintah daerah otonom di Spanyol memiliki kewenangan luas di bidang pendidikan. Pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah itu kerap menimbulkan perbedaan kebijakan, terutama menyangkut kurikulum, bahasa pengantar, dan pengelolaan sekolah negeri.

Sejumlah organisasi profesi guru menyoroti kebutuhan peningkatan anggaran pendidikan. Mereka menilai perbaikan mutu pembelajaran membutuhkan investasi jangka panjang, mulai dari pelatihan guru hingga pembangunan dan perawatan sarana sekolah di daerah tertinggal.

Pembahasan hasil PISA biasanya diikuti penyusunan langkah perbaikan oleh kementerian. Langkah itu mencakup penguatan kemampuan dasar siswa, penyesuaian kurikulum, serta program pendampingan bagi sekolah dengan capaian belajar di bawah rata-rata nasional.

Kota otonom Ceuta memiliki karakteristik khusus karena posisinya di perbatasan Afrika Utara. Komposisi penduduk yang beragam dan mobilitas lintas batas membuat pengelolaan layanan publik di kawasan itu menghadapi tantangan tersendiri dibanding wilayah lain di Spanyol.

Sejumlah anggota parlemen meminta kementerian menyampaikan laporan tertulis mengenai langkah perbaikan yang direncanakan. Permintaan itu merupakan bagian dari mekanisme pengawasan legislatif terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

Sumber: El Mundo, EL PAIS, Europa Press, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar