Rapper Inggris Sway Meninggal Dunia pada Usia 44 Tahun

Donald XL Robertson in recording studio during Only God Can Judge Me album sessions.jpg

EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Rapper Inggris Sway meninggal dunia pada usia 44 tahun. Kabar tersebut pertama dibagikan secara daring oleh organisasi Mobo dan dikonfirmasi kepada BBC oleh teman musisi itu, Kash Ahmad, yang menyatakan Sway meninggal di rumahnya di Ghana.

Sway, yang nama aslinya Derek Andrew Safo, lahir di London secara tidak sengaja saat ibunya sedang transit singkat antara Amsterdam dan negara asalnya, Ghana. Setelah sempat kecil di Ghana, ia dibesarkan di London utara dan mengasah kemampuan bermain kata melalui radio bajakan yang pada masa itu menjadi inkubator bagi generasi pertama grime. Ia sendiri mengakui stasiun BBC 1Xtra sebagai pihak yang memberinya peluang profesional pertama pada 2002, membukakan pintu ke panggung yang lebih luas.

Muncul di tengah gelombang grime awal bersebelahan dengan nama-nama besar seperti Dizzee Rascal dan Lethal Bizzle, Sway segera membedakan dirinya dengan gaya lirik yang cerdas, literer, dan penuh permainan kata. "Saya orang positif. Kepositifan itu keluar lewat musik saya," ujarnya kepada The Guardian saat karirnya mulai naik. "Saya tidak berkeliling memegang pistol ke kepala orang, jadi saya tidak akan merap tentang memegang pistol ke kepala orang." Sikap itu menjadikannya suara yang segar di genre yang sering diasosiasikan dengan keganasan.

Meski industri musik menatapnya dengan minat besar, Sway memilih jalan independen. Ia merilis musik melalui labelnya sendiri, Dcypha Productions, dan menjual mixtape langsung di pasar serta toko rekaman kecil — model distribusi yang langka pada masanya dan membuktikan bahwa artis bisa sukses tanpa kontraktor besar. Keputusan itu membuahkan hasil historis pada September 2005 ketika ia dinobatkan sebagai aksi hip-hop terbaik di penghargaan Mobo, mengalahkan raksasa Amerika Serikat seperti 50 Cent dan The Game. Ia menjadi rapper tak berlabel pertama yang meraih trofi Mobo, pencapaian yang dicatat ulang pada edisi 2006.

Tahun berikutnya, album debut This Is My Demo diluncurkan disertai singel "Little Derek" yang menembus top 40. Lagu itu merayakan ironi nasib: ia "berakhir di HMV, bukan di HMP" — singkatan untuk penjara Majelis Mahkamah Pidana Inggris — sebuah pernyataan pribadi yang menggarisbawahi perjalanan dari jalanan ke rak toko musik. Meskipun album hanya mencapai posisi 78 di tangga album, karya itu mengantarkannya ke nominasi Mercury Prize bersamaan dengan Arctic Monkeys dan Muse, mengukuhkan posisinya sebagai musisi serius di luar kotak genre.

Pada 2006, Sway tur menjadi penampil pembuka The Streets di seluruh Inggris dan turut suara di singel "Harvey Nicks" milik Mitchell Brothers bersama Mike Skinner. Namun, perjalanan karirnya terhenti sejenak ketika didiagnosis menderita limfoma Hodgkin pada 2010. Ia menjalani kemoterapi dan radioterapi, lalu dinyatakan remisi pada tahun yang sama. Pengalaman menghadapi kematian itu ia gambarkan seperti "dijatuhkan di tengah laut tanpa jaket pelampung... saya hanya harus menghadapinya."

Kembali pulih, Sway merilis dua lagu terbesarnya pada 2012: "Still Speedin'" yang mensampel klasik "Ride On Time" milik Black Box, dan "Level Up" yang menampilkan bait dari Kano dan meraih posisi top 10 di tangga lagu Inggris. Kedua lagu itu menjadi soundtrack kebangkitannya dan membuka babak komersial baru. Album-album berikutnya seperti Deliverance dan Verses from the Vault memperoleh pujian kritikus, sementara kolaborasi dengan Mark Ronson, Ed Sheeran, Akon, dan Childish Gambino memperluas jangkauan suaranya ke pasar global.

Sebagai bos label, Sway juga mengeksekusi bakat baru. Di bawah Dcypha, ia menandatangani dan mengembangkan Tiggs Da Author serta KSI — yang kemudian menjadi fenomena YouTube global sekaligus musisi. Ketiganya bersatu di singel 2013 "No Sleep". Bukan hanya musik, Sway juga mencoba akting dengan peran di dua episode drama kriminal Top Boy dan film 2012 The Grind, menunjukkan serbagunaannya di luar studio rekaman.

Pada pekan terakhir hayatnya, Sway masih sibuk mengerjakan materi baru. Unggahan Instagram terakhirnya merayakan ulang tahun ke-44, tanpa dugaan menjadi pesan penutup bagi penggemar. Ia meninggal sebagai orang tua tunggal yang membesarkan dua putra, Jalil dan Ammar-Joseph, serta putri kembar, Queen-Inaya dan Queen-Imara, di Ghana — negara yang ia sebut rumah selama bertahun-tahun.

Penghormatan berdatangan dari seluruh industri. Mitchell Brothers menulis: "Kami beruntung pernah bekerja denganmu," memuji "penulisan dan penyampaian lirik sejati" milik Sway. Rapper dan eksekutif label Kardinal Offishall mengakui kabar itu "menghantam seperti ton batu," mendoakan "kedamaian abadi" dan perlindungan Tuhan untuk anak-anak yang ditinggalkan. Kash Ahmad, teman dekat yang mengonfirmasi wafatnya, menutup: "Merasa terhormat dan berbahagia mengenal serta bekerja dengannya. Doa dan pikiran kami untuk keluarganya."

Sumber: BBC Entertainment, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar