EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Takahiro Moriuchi, vokalis ONE OK ROCK yang lebih dikenal sebagai Taka, harus menerima hujan kritik pedas dari publik dan penggemarnya sendiri. Kritik itu muncul lantaran ia secara terbuka membela penyanyi Ed Sheeran. Polemik ini mencuat di tengah kisruh pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian Loop Tour, yang dipicu oleh sikap pembelaannya terhadap Palestina.
Kritik paling tajam mengalir setelah Taka menulis komentar pada unggahan pernyataan Ed Sheeran, tak lama sesudah penampilan musisi itu di Philadelphia pada akhir pekan lalu, tepatnya 19 September. Lewat komentar tersebut, Taka memuji keberanian pelantun lagu Shape of You itu saat menghadapi situasi berat di atas panggung di depan penonton.
Dalam komentarnya, Taka menuliskan bahwa dibutuhkan keberanian bagi Ed Sheeran untuk berada dalam posisi tersebut. Ia menyebut penyanyi asal Inggris itu sebagai cermin bagi dirinya dan menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas sikap yang diambil Sheeran dalam menghadapi tekanan. Bagi sebagian penggemar, kata-kata itu terdengar seperti pujian biasa antar sesama musisi. Namun konteks yang menyelimutinya membuat kalimat sederhana itu terbaca jauh lebih berat.
Sikap Taka langsung menuai reaksi negatif dari mayoritas penggemarnya. Warganet menilai langkah vokalis asal Jepang itu tidak peka terhadap persoalan kemanusiaan di Palestina yang selama ini dikampanyekan Macklemore. Mereka juga menilai Taka seolah membenarkan tindakan promotor yang mengeluarkan sang rapper dari tur. Di media sosial, komentarnya menjadi bulan-bulanan kecaman yang jumlahnya terus bertambah sepanjang hari.
Menghadapi gelombang kekecewaan yang meluas, Taka sempat mengucapkan permohonan maaf awal. Ia menegaskan bahwa tindakannya lahir dari empati pribadi sebagai seorang sahabat. Ia mengaku tidak sanggup berdiam diri menyaksikan temannya berada dalam situasi yang menurutnya amat berat dan penuh tekanan. Namun permohonan maaf tersebut belum mampu menahan laju kritik.
Taka lantas merilis pernyataan tertulis yang jauh lebih panjang lewat Instagram Story guna meluruskan posisinya. Ia menegaskan sikap dasarnya yang menolak setiap bentuk peperangan dan kekerasan yang menimpa warga sipil serta anak-anak, sekaligus membeberkan alasan ia membela Sheeran. Dalam pernyataan itu, Taka menyebut bahwa ia bersuara soal Ed Sheeran bukan demi mendukung sikap politik tertentu, melainkan karena keduanya berteman. Ia menambahkan tetap menghormati hak Macklemore untuk menyuarakan pandangan politiknya, sebagaimana ia menghargai keputusan yang telah diperhitungkan Sheeran.
Taka mengaku prihatin karena publik justru saling menyerang dan menghakimi hanya akibat perbedaan cara pandang dalam menyikapi konflik tersebut. Kendati demikian, pernyataannya tetap memantik kritik yang lebih besar dan meluas. Banyak warganet menegaskan bahwa yang terjadi di Palestina adalah genosida, sehingga persoalan itu dinilai tidak setara dengan perbedaan pendapat biasa. Satu komentar bahkan menyindir bahwa perbedaan selera makanan masih bisa ditoleransi, tetapi genosida sama sekali tidak bisa diperlakukan begitu.
Sebagian komentar yang masuk terdengar cukup pedas. Ada warganet yang menyayangkan Taka terus mengulang bahwa Ed Sheeran adalah temannya, karena menurut mereka hal itu bukan argumen yang menyelamatkan situasi. Ada pula yang menulis bahwa bahkan perang pun punya aturan dan etika, sementara tindakan yang mereka soroti dianggap sebagai upaya memusnahkan suatu kelompok. Seorang komentator lain menilai pernyataan vokalis ONE OK ROCK itu terlalu samar karena mengaku tidak memihak, padahal langkahnya terbaca sebagai pembelaan terhadap sahabatnya.
Persoalan ini sebenarnya bermula jauh sebelum komentar Taka muncul. Ed Sheeran memberi tahu Macklemore, sahabatnya selama 13 tahun, bahwa ia tidak lagi menjadi opening act rangkaian Loop Tour di Amerika Serikat. Sheeran mengaku menerima tekanan dari berbagai pihak, terutama Robert Kraft yang memiliki salah satu stadion tempatnya konser, setelah Macklemore menyatakan dukungan bagi Palestina, warga Gaza, dan Tepi Barat.
Pencoretan Macklemore membuat seluruh artis yang terpilih sebagai opening act kompak mengundurkan diri dari tur tersebut. Fineas hingga band Beoga ikut menarik diri sambil menegaskan posisi mereka membela kemanusiaan dan Palestina. Akibatnya, konser Ed Sheeran di Philadelphia pada 19 September berjalan tanpa penampil pembuka, hal yang jarang terjadi pada tur sekaliber itu.
Di atas panggung, Sheeran menyatakan dirinya tidak pernah bercita-cita menjadi musisi aktivis. Meski begitu, ia mengakui situasi ini menyeretnya ke pusat perdebatan penting dan sarat emosi soal kebebasan berpendapat serta isu politik paling pelik di dunia. Ia juga menyebut serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa mengerikan, dan menilai situasi di Gaza sebagai sesuatu yang tidak bisa dibenarkan.
Kontroversi ini berdampak nyata pada sisi komersial. Harga tiket dan angka penjualan untuk sisa rangkaian Loop Tour di Amerika Serikat mengalami penurunan. Polemik itu pun belum menunjukkan tanda mereda, sementara sorotan publik kini justru tertuju pada vokalis ONE OK ROCK yang berusaha menjelaskan bahwa sikapnya lahir dari pertemanan, bukan politik.
Sumber: CNN Indonesia, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar