Tes Tumor Otak Revolusioner NHS Percepat Diagnosis dari Delapan Minggu Jadi Dua Jam

Tes Tumor Otak Revolusioner NHS Percepat Diagnosis dari Delapan Minggu Jadi Dua Jam

NHS Inggris memperkenalkan tes baru yang mampu mendiagnosis tumor otak dalam dua jam, turun drastis dari delapan minggu sebelumnya. Tes genetik itu dapat dilakukan saat pasien masih berada di meja operasi.

National Health Service Inggris memperkenalkan tes diagnostik baru yang disebut para ilmuwan sebagai terobosan besar dalam penanganan tumor otak. Tes baru itu mampu mempercepat diagnosis dari delapan minggu menjadi hanya dua jam, sebuah lompatan yang berpotensi menyelamatkan banyak nyawa.

Tes tersebut dikembangkan oleh Pusat Penelitian Tumor Otak Unggulan di Universitas Nottingham. Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk mendiagnosis bentuk kanker saat pasien masih menjalani operasi di meja bedah. Artinya, dokter bedah dapat segera menentukan langkah penanganan tanpa menunggu berminggu-minggu.

Direktur Medis NHS menyebut tes cepat itu sebagai lompatan besar bagi pasien dengan potensi untuk mengubah sepenuhnya cara diagnosis tumor otak dilakukan. Hasil diagnosis yang lebih cepat memungkinkan pasien memulai perawatan lebih awal, yang dapat menyelamatkan nyawa dan menghilangkan ketidakpastian panjang.

Tes ini bersifat genetik, yang berarti menganalisis kode genetik dari sampel tumor dalam hitungan jam. NHS akan mengujicobakan alat diagnostik baru ini di lima pusat spesialis di seluruh negara sebelum diluncurkan secara lebih luas.

Tumor otak primer merupakan pembunuh terbesar anak-anak dan orang dewasa di bawah usia 40 tahun di Inggris. Angka itu menunjukkan betapa krusialnya diagnosis dini dalam penanganan penyakit yang sangat agresif ini.

Seorang konsultan ahli bedah saraf di Nottingham yang terlibat dalam pengembangan tes tersebut menyatakan kebanggaannya. Menurutnya, tes ini memberikan jawaban kepada pasien yang tidak memiliki waktu di pihak mereka, sebuah pernyataan yang menggambarkan urgensi diagnosis cepat bagi penderita tumor otak.

Sebelum adanya tes ini, diagnosis tumor otak memerlukan waktu yang sangat lama karena sampel harus dikirim ke laboratorium khusus dan dianalisis secara manual. Proses itu bisa memakan waktu hingga delapan minggu, periode yang sangat menegangkan bagi pasien dan keluarga mereka.

Dengan tes baru, keputusan klinis dapat diambil segera setelah operasi dimulai. Hal ini berpotensi mengurangi jumlah operasi kedua yang diperlukan ketika diagnosis awal tidak lengkap, serta mempercepat masuknya pasien ke uji klinis untuk perawatan baru.

Para peneliti berharap teknologi serupa dapat dikembangkan untuk jenis kanker lainnya di masa depan. Prinsip analisis genetik cepat yang digunakan dalam tes tumor otak ini berlaku untuk berbagai jenis kanker yang memerlukan diagnosis cepat dan tepat.

Tes tersebut dikembangkan di Pusat Penelitian Tumor Otak Unggulan Universitas Nottingham. Konsultan ahli bedah saraf sekaligus salah satu pemimpin pusat riset itu menyatakan kebanggaannya terlibat dalam pengembangan alat diagnostik tersebut. Menurutnya, tes ini memberi jawaban bagi pasien yang tidak punya banyak waktu.

Cara kerja tes ini berbeda dari prosedur lama. Sampel jaringan tumor dianalisis kode genetiknya dalam hitungan jam, bukan dikirim ke laboratorium rujukan dengan antrean panjang. Hasilnya dapat digunakan dokter bedah untuk menentukan langkah penanganan sejak operasi berlangsung.

Uji coba akan dilakukan di lima pusat spesialis di seluruh Inggris sebelum penerapan yang lebih luas. Tahap ini penting untuk memastikan akurasi dan konsistensi hasil di berbagai kondisi layanan. Setelah itu, alat diagnostik akan diperluas ke lebih banyak rumah sakit.

Tumor otak primer merupakan penyebab kematian terbesar pada anak-anak dan orang dewasa di bawah usia 40 tahun di Inggris. Karena itu, kecepatan diagnosis menjadi faktor penentu. Keterlambatan diagnosis sering membuat pasien kehilangan peluang pengobatan yang lebih efektif.

Direktur medis NHS menyebut tes cepat itu sebagai lompatan besar bagi pasien. Ia menilai alat tersebut berpotensi mengubah secara menyeluruh cara tumor otak didiagnosis. Perubahan itu tidak hanya menyangkut kecepatan, tetapi juga kepastian bagi pasien dan keluarga.

Keuntungan lain adalah percepatan akses ke uji klinis. Pasien dengan diagnosis cepat dapat segera memenuhi syarat untuk mengikuti penelitian perawatan baru. Hal itu membuka peluang pengobatan yang sebelumnya tidak terjangkau karena waktu sudah terlanjur habis.

Para peneliti berharap prinsip analisis genetik cepat ini dapat diterapkan pada jenis kanker lain. Sejumlah kanker memerlukan diagnosis cepat dan tepat agar penanganan tidak terlambat. Pendekatan yang sama dinilai berpotensi memperbaiki layanan onkologi secara lebih luas.

Sumber: The Guardian, 25 September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar