Ukraina mengonfirmasi keberhasilan terbatas di sekitar Sungai Oskil, wilayah Charkiw, sekaligus melaporkan operasi Vivaldi di Donbass yang mengembalikan 125 kilometer persegi wilayah ke kendali Kyiv, dengan dukungan robot tempur dan drone. Ukraina melaporkan kemajuan militer di dua titik berbeda pada pekan ini. Di wilayah Charkiw, pasukan Kyiv mengonfirmasi keberhasilan yang sifatnya terbatas, sementara di Donbass operasi berskala lebih besar bernama Vivaldi terus berjalan.
Latar Belakang
Juru bicara angkatan bersenjata Ukraina untuk wilayah Charkiw, Viktor Trehubow, menyatakan pihaknya mencatat keberhasilan tertentu dalam rangka memperkecil kantong pertahanan Rusia di sekitar Sungai Oskil. Pernyataan itu disampaikan kepada kantor berita Ukrinform.
- Pasukan Rusia beberapa kali mencoba menyeberangi sungai sebagai batas alami, dan pada 2022 sempat berhasil dengan cepat sebelum kemudian dipukul mundur dalam serangan balik Ukraina pada tahun yang sama.
- Di Donbass, Korps Angkatan Darat Ketiga Ukraina menyatakan bahwa operasi Vivaldi di dekat Kota Lyman telah mengembalikan 125 kilometer persegi wilayah ke kendali Ukraina.
- Dari jumlah itu, 50 kilometer persegi sebelumnya diduduki pasukan Rusia.
Sebelum pernyataan resmi tersebut, blog pemantau militer DeepStateMap lebih dulu melaporkan pembebasan Desa Zapadne di utara Kota Kupiansk. Desa itu berada di dekat aliran Sungai Oskil yang membelah kawasan tersebut.
Sungai Oskil menjadi garis penting dalam pertempuran di wilayah itu. Pasukan Rusia beberapa kali mencoba menyeberangi sungai sebagai batas alami, dan pada 2022 sempat berhasil dengan cepat sebelum kemudian dipukul mundur dalam serangan balik Ukraina pada tahun yang sama.
Pada Januari tahun lalu, tentara Rusia kembali menyeberangi sungai dan membangun kantong pertahanan di tepi barat. Upaya memperkecil kantong itulah yang kini menjadi salah satu fokus pasukan Ukraina di front Charkiw.
Sungai memegang peran besar dalam bentang alam Ukraina timur. Selain Oskil, ada Sungai Siverskyi Donets dan Zherebets yang membatasi pergerakan pasukan, sekaligus bisa berubah menjadi jebakan mematikan bagi mereka yang terjebak di tepinya.
Di Donbass, Korps Angkatan Darat Ketiga Ukraina menyatakan bahwa operasi Vivaldi di dekat Kota Lyman telah mengembalikan 125 kilometer persegi wilayah ke kendali Ukraina. Dari jumlah itu, 50 kilometer persegi sebelumnya diduduki pasukan Rusia.
Banyak rincian operasi itu masih dirahasiakan. Komandan Korps Angkatan Darat Ketiga, Brigadir Jenderal Andrii Biletskyi, menyebut operasi berjalan dalam kondisi pembatasan informasi maksimal.
Tanggapan
Menurut Biletskyi, korpsnya menjadi unit pertama di dunia yang mulai mengerahkan sistem darat dari udara. Drone pengebom berat mereka membawa kendaraan darat nirawak untuk digunakan di medan tempur hingga lebih dari sepuluh kilometer di belakang garis musuh.
Drone dan kendaraan darat nirawak itu bergerak mendahului infanteri. Tujuannya membuka jalan dan membersihkan medan sebelum pasukan berjalan kaki masuk ke area yang baru direbut.
Korps tersebut melaporkan bahwa robot-robot mereka telah menjalankan lebih dari 15.700 misi berhasil. Kendaraan nirawak itu juga mengangkut sekitar 3.300 ton barang, mulai dari logistik hingga peralatan tempur.
Artileri dan sistem nirawak Ukraina menyerang pos komando Rusia, pusat komunikasi, pangkalan logistik, titik penyeberangan sungai, serta pasukan cadangan. Serangan itu ditujukan untuk melumpuhkan koordinasi dan pasokan lawan di area operasi.
Unit pertahanan udara dan peperangan elektronik Ukraina membangun tameng pelindung selama operasi berlangsung. Menurut korps tersebut, upaya itu mempersulit pengintaian Rusia sehingga pergerakan pasukan Ukraina lebih sulit terbaca.
Operasi ini juga menyasar kelompok kecil penyusup Rusia yang kerap masuk hingga puluhan kilometer ke belakang garis depan. Tim pencari dan penghancur dikerahkan untuk menemukan serta melumpuhkan kelompok tersebut di sejumlah wilayah.
Ukraina menyatakan telah merebut kembali kendali penuh atas Desa Drobysheve. Dua desa lain, Shandryholove dan Derylove, dilaporkan berhasil dibebaskan dari pendudukan.
Sementara Itu
Menurut pihak Ukraina, kerugian di sisi Rusia mencapai lebih dari 3.000 tentara. Operasi itu disebut memberi pukulan berat pada kemampuan ofensif tiga formasi besar Rusia, yakni Angkatan Darat Garda ke-20, Angkatan Darat ke-25, dan Angkatan Darat Tank ke-1.
Operasi Vivaldi didukung sejumlah unit, termasuk Brigade Mekanis Terpisah ke-60, Brigade Terpisah ke-125 dari Pertahanan Teritorial, serta Batalyon Operasi Khusus Terpisah ke-21 KRAKEN.
Biletskyi menyebut nama operasi itu punya makna khusus. Menurutnya, komponis Antonio Vivaldi memiliki empat musim, dan apa yang dijalankan saat ini baru musim pertama. Ia juga menegaskan bahwa untuk sekarang aksi mereka menuntut keheningan.
Di sisi lain, klaim militer dari kedua pihak dalam konflik ini sulit diverifikasi secara independen. Kedua negara membatasi akses jurnalis ke garis depan sehingga angka dan rincian operasi biasanya baru diketahui dari pernyataan resmi masing-masing.
Meski demikian, serangkaian laporan terbaru menunjukkan tekanan di front timur masih berlangsung sengit. Pertempuran di sekitar sungai, desa kecil, dan jalur logistik tetap menjadi penentu siapa yang menguasai wilayah.
Perkembangan di Donbass dan Charkiw ini menjadi bagian dari gambaran yang lebih luas. Ukraina secara berkala melaporkan keberhasilan taktis, sementara Rusia terus menekan di sejumlah titik dengan serangan artileri dan gelombang drone.
Sumber: n-tv, Business Insider Deutschland, September 2026.

Tidak ada komentar
Posting Komentar