Lima kelurahan di Jakarta Selatan dinilai sebagai percontohan penataan lingkungan dalam verifikasi lapangan Benyamin S Award 2026.
Sebanyak lima kelurahan di Jakarta Selatan menjadi percontohan penataan lingkungan melalui verifikasi lapangan Benyamin S Award Tahun 2026. Kelima kelurahan itu dinilai telah melampaui standar yang ditetapkan.
Kebon Baru dan Menteng Dalam termasuk dari lima kelurahan terbaik. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Firmanuddin Ibrahim di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.
Kelima kelurahan yang disambangi tim verifikasi lapangan adalah Kelurahan Kebon Baru dan Menteng Dalam di Kecamatan Tebet, Kelurahan Jagakarsa di Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Cilandak Barat di Kecamatan Cilandak, serta Kelurahan Cipete Utara di Kecamatan Kebayoran Baru.
Enam puluh lima kelurahan di wilayah tersebut baru lima di antaranya yang masuk tahap penilaian. Lima percontohan inilah yang kelak ditunjuk jadi contoh bagi enam puluh kelurahan sisanya.
Benyamin S merupakan akronim dari Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Akronim itu menjadi penanda empat aspek yang dinilai dalam penataan lingkungan di tingkat kelurahan.
Firman optimistis program penataan melalui lomba Kampung Benyamin S dapat membawa dampak bermanfaat bagi masyarakat luas. Inisiatif itu juga diyakini mampu mengangkat prestasi Jakarta Selatan di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Ia berharap program itu tidak berhenti pada wilayah percontohan saja, melainkan menginspirasi seluruh kelurahan di wilayah Jakarta Selatan. Semangat penataan dan pembinaan lingkungan diharapkan menular ke 60 kelurahan lainnya.
Dari sisi penilaian, verifikasi lapangan melihat kondisi nyata di lokasi, bukan hanya laporan tertulis. Tim meninjau kebersihan saluran air, kondisi jalan lingkungan, penataan ruang terbuka, serta pemanfaatan lahan kosong.
Aspek bersih berkaitan dengan pengelolaan sampah dan sanitasi. Kelurahan yang dinilai baik biasanya memiliki sistem pengumpulan sampah yang teratur serta partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Aspek nyaman berkaitan dengan kondisi lingkungan yang mendukung kegiatan warga. Penerangan jalan, ketersediaan ruang untuk beraktivitas, dan ketertiban umum menjadi bagian dari penilaian.
Aspek indah menyangkut penataan visual. Penghijauan, taman kecil, penataan tanaman, serta perawatan fasad bangunan memberi pengaruh pada tampilan lingkungan.
Aspek sejahtera berkaitan dengan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga. Keberadaan usaha kecil, kegiatan bersama, serta pelibatan warga dalam kegiatan lingkungan menjadi penanda lingkungan yang hidup.
Program penilaian semacam ini bekerja dengan cara membandingkan. Kelurahan yang tertinggal dapat melihat contoh nyata dari kelurahan lain yang berhasil, sehingga perbaikan tidak berhenti sebagai wacana.
Peran warga menjadi penentu keberhasilan penataan. Lingkungan yang tertata baik biasanya lahir dari kebiasaan warga, bukan hanya dari program pemerintah yang berjalan sementara.
Kegiatan kerja bakti, pengelolaan bank sampah, dan penanaman tanaman menjadi bentuk partisipasi yang sering dijumpai. Kegiatan itu membantu menjaga hasil penataan agar tidak cepat kembali seperti semula.
Dari sisi pemerintah daerah, penataan lingkungan menuntut dukungan anggaran untuk perbaikan sarana. Perbaikan saluran air, jalan lingkungan, dan penerangan menjadi pekerjaan yang memerlukan perencanaan dan pembiayaan.
Pelibatan tingkat kecamatan dan kelurahan memudahkan pelaksanaan. Petugas di tingkat bawah mengetahui kondisi lapangan, sehingga pekerjaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata di masing-masing wilayah.
Manfaat jangka panjang dari program ini adalah terbentuknya kebiasaan. Ketika warga merawat lingkungannya sendiri, hasil penataan dapat bertahan meski program penilaian telah selesai.
Sumber: ANTARA, 25 September 2026.
Dari sisi penilaian, keberlanjutan hasil menjadi perhatian. Kelurahan yang pernah meraih nilai baik tetap dipantau agar penataan yang sudah dicapai tidak kembali menurun setelah kegiatan penilaian selesai.
Bagi warga, manfaat penataan lingkungan terasa pada kenyamanan sehari-hari. Lingkungan yang bersih dan tertata mengurangi risiko genangan, memperbaiki kualitas udara, dan menyediakan ruang untuk berkegiatan bersama.
Dari sisi jenis kegiatan, bank sampah menjadi salah satu program yang banyak dijalankan. Warga memilah sampah yang masih bernilai, lalu menukarkannya, sehingga pengelolaan sampah sekaligus memberi manfaat ekonomi kecil.
Penghijauan lingkungan memberi manfaat pada suhu udara. Tanaman meneduhkan halaman dan menurunkan panas permukaan, sesuatu yang terasa pada kawasan padat bangunan.
Perbaikan saluran air mengurangi risiko genangan saat hujan. Saluran yang terawat mengalirkan air lebih cepat, sehingga dampak hujan deras pada lingkungan setempat dapat dikurangi.
Kegiatan penilaian antarwilayah memberi dorongan untuk saling belajar. Kelurahan dapat meniru cara yang berhasil diterapkan di wilayah lain dan menyesuaikannya dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Tidak ada komentar
Posting Komentar