Mourinho Cetak Bukti Kartu Merah Usai Real Madrid Kalah Derby

Soccer goalkeeper.jpg

EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Pelatih Real Madrid Jose Mourinho datang ke konferensi pers pascapartai dengan membawa selembar kertas A4 berisi tangkapan layar dua insiden yang ia yakini seharusnya berujung pengusiran pemain Atletico Madrid. Ia menuduh ofisial pertandingan membuat kesalahan kunci setelah timnya kalah 2-1.

Kalahan di Stadion Metropolitano menjadi kekalahan kedua Real Madrid musim ini, setelah sebelumnya tersungkur 1-0 di tangan Real Betis awal September. Mourinho tidak membuang waktu: saat memasuki ruang konferensi, ia langsung mengacungkan kertas cetakan itu ke hadapan jurnalis. "Kita bisa lewati konferensi pers ini karena cerita pertandingan ada di sini," ucapnya sambil menunjukkan gambar-gambar yang ia cetak sendiri.

Menurut Mourinho, kedua insiden itu jelas merupakan pelanggaran yang layak mendapat kartu merah. "Itu dua kartu merah yang jelas. Mengambil kesulitan yang dihadapi tim kami setelah itu bermain 11 melawan 10, kita hanya bisa membayangkan bagaimana jalannya 50 menit bermain 11 melawan sembilan," kata pelatih asal Portugal itu. Ia menegaskan hanya bisa memeluk para pemainnya yang telah memberikan segalanya dan tampil dengan kelas serta karakter hebat pada babak pertama — penampilan yang menurutnya memberi fondasi sempurna untuk memenangi babak kedua meski hasil akhirnya tidak sesuai harapan.

Insiden pertama yang dirujuk Mourinho melibatkan pemain Real Jude Bellingham dan pemain Atletico Cristian Romero pada menit ke-37 ketika keduanya berebut bola lepas. Benturan itu berakhir dengan Bellingham menerima kartu kuning. Saat itu, Mourinho memohon kepada wasit agar pemain internasional Argentina tersebut diberi kartu merah karena pelanggaran berbahaya, sebab tayangan ulang memperlihatkan Romero menyentuhkan studnya ke lutut Bellingham. Kartu kuning untuk Bellingham kemudian dicabut setelah tinjauan asisten wasit video (VAR) dan Romero justru diberi kartu kuning.

Insiden kedua menyangkut duelan Lee Kang-in terhadap Fede Valverde. Mourinho meyakini tantangan pemain Korea Selatan itu seharusnya dihukum kartu merah langsung. Pelatih Real Madrid juga mempertanyakan penetapan ofisial untuk laga derbi ini, mesia ia memilih berpendapat baik: "Saya ingin percaya itu sekadar kesalahan, sama seperti pelatih melakukan kesalahan, sama seperti pemain melakukan kesalahan."

Di sisi lain, Diego Simeone sebagai pihak yang berseberangan justru sangat senang dengan hasil tersebut. Ketika diminta menanggapi keluhan Mourinho soal kepemimpinan wasit, ia menyatakan selalu menghormati pendapat orang lain. "Saya memahami bahwa kita berada dalam posisi istimewa dengan banyak pengawasan publik, sebagai pelatih, dan apakah itu Mourinho, Hansi Flick, Manuel Pellegrini, saya, atau siapa pun, kita perlu berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan," kata pelatih Argentina itu.

Simeone menegaskan semua pihak harus tahu cara menghormati orang lain, termasuk wasit dan rekan kerja, karena semua pihak akan dirugikan bila batas tersebut dilanggar. "Kita harus tahu menghormati orang lain, wasit, rekan kerja kita dan kita semua rugi. Dan saat seseorang melanggar garis penghormatan itu, itu tidak benar — kamu tidak bisa melanggar garis itu."

Mourinho juga menyentuh soal pengusiran Dean Huijsen yang menghadiahkan penalti bagi Atletico, mengakui ia belum sempat menonton ulang tayangan VAR untuk insiden tersebut. Meski kalah, pelatih berusia 63 tahun itu tidak memiliki keluh kesah terhadap komitmen anak asuhnya. "Saya menyukai tim saya sebagai satu kesatuan. Bahkan di babak pertama saya sangat menyukainya, dan di babak kedua jelas sangat sulit merebut bola dan menghentikan penguasaan bola Atleti. Saya menyukai kebanggaan mereka, saya menyukai tekad mereka, dan itu perasaan baik bagiku untuk tidak kecewa pada pemain-pemainku."

Kekalahan ini meletakkan Real Madrid di posisi keempat klasemen liga, sedangkan Atletico Madrid menduduki peringkat kedua — lima poin di belakang pemimpin Barcelona. Namun Mourinho menegaskan musim masih panjang. "Dalam keadaan normal, bukan soal bagaimana memulai, tapi bagaimana mengakhiri," ucapnya.

Simeone menolak anggapan bahwa hasil pertandingan akan tertutupi oleh perdebatan soal kepemimpinan wasit. Ia menegaskan timnya telah mengendalikan jalannya pertandingan sepanjang laga berlangsung. "Pertandingan yang saya tonton adalah pertandingan intens, di mana menurut saya kita mengendalikannya sepanjang waktu," kata mantan pemain Atletico dan Inter Milan itu. "Kita menghadapi lawan dengan transisi luar biasa dan pemain-pemain hebat yang bermain sangat baik untuk tim mereka. Kita berhasil mengendalikan hampir semua transisi yang bisa diciptakan lawan sepanjang pertandingan."

Pelatih Atletico menggambarkan derbi tersebut sebagai pertandingan yang intens dan memuji organisasi pertahanan serta kerja sama kolektif para pemainnya menghadapi Real Madrid yang diperkuat sejumlah pemain penyerang berbahaya. Kemenangan itu menjadi hasil penting bagi timnya dalam persaingan di liga.

Sumber: BBC Sport, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar