Penjualan Semikonduktor Pecahkan Rekor, AMD Tembus Kapitalisasi Pasar 1 Triliun Dolar

Penjualan Semikonduktor Pecahkan Rekor, AMD Tembus Kapitalisasi Pasar 1 Triliun Dolar

AMD menembus kapitalisasi pasar 1 triliun dolar untuk pertama kalinya setelah sahamnya naik 10 persen ke rekor 615,52 dolar. Pendapatan triwulan kedua melompat 50 persen menjadi 11,54 miliar dolar dan segmen pusat data meroket 107 persen, mengangkat rekor penjualan semikonduktor dunia.

AMD menembus kapitalisasi pasar 1 triliun dolar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah perusahaan setelah sahamnya melonjak 10 persen ke titik tertinggi sepanjang masa di 615,52 dolar pada perdagangan awal pekan ini. Lonjakan itu menutup reli lima sesi berturut-turut yang mengangkat harga saham sekitar 25 persen dalam waktu singkat.

Pencapaian ini menempatkan AMD sebagai perusahaan semikonduktor Amerika keempat yang menembus 1 triliun dolar, menyusul Nvidia, Broadcom, dan Micron. Nvidia memulai pencapaian serupa pada 2023 dan kini bertahan sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi sekitar 5,4 triliun dolar.

Performa AMD sepanjang 2026 menunjukkan kenaikan sekitar 185 persen, jauh mengungguli kenaikan Nasdaq sebesar 15,8 persen dan menempatkannya di antara saham berkinerja terbaik di indeks S&P 500. Nilai 10.000 dolar yang ditanamkan pada 2016 kini bernilai sekitar 3,05 juta dolar.

Pendorong utamanya adalah ledakan pendapatan segmen pusat data. Pendapatan triwulan kedua tercatat 11,54 miliar dolar, melompat 50 persen dari 7,69 miliar dolar pada tahun sebelumnya. Divisi pusat data menyumbang 6,7 miliar dolar, setara lonjakan 107 persen dari tahun ke tahun, sejalan dengan melonjaknya permintaan infrastruktur kecerdasan buatan.

Kepala Eksekutif Lisa Su menyatakan bulan lalu bahwa perusahaan menargetkan penjualan pusat data berlipat ganda menjelang 2027. AMD juga mengembangkan solusi sistem AI terpadu yang menggabungkan prosesor, perangkat jaringan, dan perangkat keras pendukung untuk menantang dominasi Nvidia dalam arsitektur server inferensi.

Permintaan prosesor pusat data yang meningkat untuk digunakan bersama unit pemrosesan grafis dalam arsitektur server inferensi menjadi faktor pendukung lain. Perkembangan itu membuat saham Intel naik sekitar 11,8 persen dan Qualcomm menguat 4,5 persen pada hari yang sama, sementara indeks semikonduktor Philadelphia menanjak 2,7 persen ke level tertinggi sebulan terakhir.

Thomas Hayes, ketua Great Hill Capital, mengamati aliran modal mulai kembali ke peluang investasi terkait kecerdasan buatan. Menurutnya, investor melihat AI sebagai salah satu sektor terbatas yang masih mampu bertahan kuat di tengah perlambatan kondisi ekonomi.

Pasar menyambut optimis laporan keuangan AMD seiring meningkatnya belanja modal hyperscaler untuk infrastruktur AI. Namun optimisme itu tetap dibarengi kehati-hatian karena persaingan semikonduktor terus menghasilkan alternatif baru yang berusaha menekan biaya komputasi.

Rekor penjualan semikonduktor dunia yang diiringi rekor kapitalisasi ini menjadi tanda bahwa gelombang investasi AI masih berlangsung deras, kendati pasar mulai memilah perusahaan dengan pendapatan nyata dari mereka yang sekadar mengikuti tren.

Reli itu menyebar ke seluruh sektor. Saham Intel melonjak hingga 12 persen dan Arm Holdings naik sampai 14 persen, sementara indeks semikonduktor Philadelphia menguat lebih dari 4 persen. Sebagian gairah baru investor muncul dari naiknya agen AI Muse milik Meta Platforms ke puncak tangga aplikasi gratis App Store setelah peluncuran awal bulan ini, yang menaikkan permintaan saham pemasok prosesor untuk beban kerja AI agentik. Saham Meta sendiri naik lebih dari 7 persen dan menjadi pelanggan terbesar kedua AMD dengan porsi sekitar 5,5 persen dari pendapatan.

Pertumbuhan itu bukan lonjakan semalam. Pendapatan triwulan pertama AMD tercatat 10,25 miliar dolar, naik 38 persen dari tahun sebelumnya, dengan divisi pusat data menyumbang 5,78 miliar dolar atau tumbuh 57 persen. Lisa Su menyebut pada saat itu bahwa unit pusat data telah menjadi mesin utama pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.

Dari sisi penilaian, AMD diperdagangkan sekitar 41 kali proyeksi laba 12 bulan ke depan, di bawah rata-rata historis sepuluh tahunnya di 44 kali namun jauh melampaui kelipatan Nvidia yang 16,3 kali. Perbedaan itu mencerminkan harapan pasar bahwa pertumbuhan AMD masih menyimpan ruang, sekaligus mengingatkan betapa mahalnya harga yang sudah diperhitungkan ke dalam saham.

Gelombang belanja infrastruktur yang mendorong permintaan cip belum menunjukkan tanda surut. Kepala Eksekutif Nvidia Jensen Huang pekan lalu memperkuat sentimen positif dengan memperkirakan perusahaannya mengirim dua kali lebih banyak cip pada tahun mendatang, menandakan fase belanja komputasi AI masih panjang.

Sumber: Blockonomi, Yahoo Finance, dan Notebookcheck, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar