Prancis Terapkan Keringanan Pajak Properti bagi Pemilik Rumah di Atas 65 Tahun

Prancis Terapkan Keringanan Pajak Properti bagi Pemilik Rumah di Atas 65 Tahun

Pemilik properti di Prancis yang berusia di atas 65 tahun berpeluang memperoleh potongan pajak properti hingga 100 euro atau pembebasan penuh pada 2026, dengan syarat penghasilan dan kepemilikan aset yang diatur ketat.

Pemilik properti di Prancis yang telah melewati usia 65 tahun berpeluang memperoleh keringanan pajak properti atau taxe fonciere pada 2026. Keringanan itu berbentuk potongan sebesar 100 euro maupun pembebasan penuh dari kewajiban pajak tahunan atas properti yang mereka miliki.

Usia bukan satu-satunya syarat untuk memperoleh keringanan tersebut. Pemerintah Prancis juga memperhitungkan penghasilan kena pajak atau revenu fiscal de reference, jenis tunjangan yang diterima pemilik properti, serta jumlah dan nilai aset properti yang dimiliki.

Besaran potongan yang diberikan bergantung pada rentang penghasilan pemilik properti. Semakin rendah penghasilan yang tercatat, semakin besar peluang memperoleh keringanan, sementara pemilik dengan penghasilan di atas ambang tertentu tidak lagi memenuhi syarat untuk mendapatkannya.

Pajak properti di Prancis dikenakan kepada pemilik tanah dan bangunan, bukan kepada penyewa. Kewajiban itu muncul setiap tahun berdasarkan nilai sewa teoretis properti yang ditetapkan otoritas pajak, dan nilainya diperbarui secara berkala mengikuti kondisi pasar setempat.

Selain faktor usia, sejumlah kondisi lain juga membuka peluang keringanan. Pemilik yang menerima tunjangan tertentu, seperti tunjangan solidaritas bagi lansia atau tunjangan bagi penyandang disabilitas, dapat memperoleh perlakuan berbeda dalam perhitungan kewajiban pajaknya.

Pemilik properti yang menyewakan bangunannya kepada penyewa berpenghasilan rendah juga dapat memperoleh keringanan. Ketentuan itu merupakan bagian dari kebijakan yang mendorong pemilik menyediakan hunian dengan harga terjangkau di kawasan yang mengalami kenaikan biaya sewa.

Pengajuan keringanan biasanya dilakukan melalui layanan pajak daring dengan menyertakan dokumen pendukung. Pemilik properti perlu memastikan data penghasilan dan status tanggungan yang tercatat sudah sesuai agar permohonan dapat diproses pada tahun pajak yang sedang berjalan.

Otoritas pajak Prancis menetapkan batas waktu pengajuan yang harus dipatuhi pemilik properti. Jika permohonan diajukan melewati batas tersebut, keringanan baru dapat berlaku pada tahun berikutnya sehingga pemilik harus tetap membayar kewajiban penuh untuk periode yang sedang berjalan.

Sejumlah pemerintah daerah di Prancis menambahkan kebijakan sendiri terkait pajak properti. Kota tertentu memberi keringanan tambahan bagi pemilik yang melakukan renovasi untuk meningkatkan efisiensi energi bangunan, sebagai bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi sektor perumahan.

Bagi pemilik yang tidak memenuhi syarat keringanan, kewajiban pajak properti tetap harus dibayar sesuai jadwal yang ditetapkan. Pembayaran umumnya dilakukan secara daring, sementara pemilik yang belum terbiasa dengan sistem digital dapat menggunakan jalur pembayaran lain yang tersedia.

Pemerintah Prancis secara berkala meninjau ketentuan keringanan pajak properti sebagai bagian dari kebijakan fiskal dan perumahan nasional. Setiap perubahan aturan diumumkan sebelum tahun pajak berjalan agar pemilik properti memiliki waktu menyesuaikan perencanaan keuangan mereka.

Pajak properti di Prancis dihitung berdasarkan nilai sewa teoretis properti yang ditetapkan otoritas pajak setempat. Nilai itu diperbarui mengikuti kondisi pasar, sehingga kenaikan harga properti di suatu kawasan dapat meningkatkan kewajiban pajak pemiliknya.

Pemilik properti yang baru pertama kali menerima kewajiban ini sering tidak menyadari bahwa pajak dikenakan terpisah dari pajak hunian. Perbedaan itu membuat sejumlah pemilik mengajukan koreksi setelah menerima surat ketetapan dari otoritas pajak.

Asosiasi pemilik properti di Prancis mendorong pemerintah meninjau kembali dasar perhitungan pajak. Mereka menilai kenaikan nilai sewa teoretis tidak selalu sejalan dengan kemampuan membayar pemilik, terutama bagi pensiunan yang penghasilannya tetap.

Pemerintah daerah di sejumlah kota menerapkan tarif tambahan di atas tarif nasional. Kebijakan itu membuat beban pajak berbeda antara satu kawasan dan kawasan lain, dan menjadi salah satu pertimbangan warga dalam memilih lokasi tempat tinggal.

Keringanan pajak properti bagi lansia telah menjadi bagian kebijakan perumahan Prancis selama bertahun-tahun. Ketentuan itu ditujukan menjaga agar pemilik berpenghasilan rendah tetap dapat mempertahankan tempat tinggalnya seiring bertambahnya usia.

Pemilik properti yang menyewakan bangunan juga perlu memperhatikan ketentuan pajak yang berlaku. Sejumlah ketentuan memberi perlakuan berbeda bagi properti yang disewakan, termasuk kemungkinan pengurangan tertentu yang dihitung dari nilai sewa yang dilaporkan.

Pemerintah Prancis juga mendorong pemilik properti melakukan renovasi energi melalui skema bantuan tersendiri. Program itu memberi insentif bagi pemilik yang mengganti sistem pemanas atau memperbaiki isolasi bangunan untuk menurunkan konsumsi energi rumah tangga.

Sumber: Capital.fr, BFM, Service-Public.fr, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar