Senin (5/10/2026) malam menjadi malam yang akan dikenang lama. Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 edisi perdana setelah menundukkan Thailand 4-2 lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno — mengakhiri 120 menit drama yang berakhir imbang 2-2.
SUGBK bergemuruh. Sebanyak 67 ribu tiket final telah ludes terjual, dan puluhan ribu suporter yang memadati stadion sejak sore menjadi saksi malam bersejarah: untuk pertama kalinya, Indonesia mengangkat trofi turnamen antarnegara Asia Tenggara di hadapan publik sendiri — lewat cara paling mendebarkan yang mungkin, adu penalti.
120 Menit Penuh Drama
Babak pertama berjalan tanpa gol meski Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen. Gol baru pecah di pengujung waktu normal: tendangan bebas Dean James pada menit ke-84 berbelok setelah mengenai pemain Thailand Iklas Sanron dan bersarang di gawang Saranon Anuin. SUGBK meledak — tetapi hanya tiga menit. Iklas menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-87.
Thailand harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-82 setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Ole Romeny. Namun keunggulan jumlah pemain tak cukup menuntaskan laga dalam 90 menit, dan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu 2x15 menit.
Di babak tambahan, drama berlanjut. Peeradol Chamratsamee membawa Thailand unggul 2-1 pada menit ke-111 — stadion yang sempat bergemuruh mendadak senyap. Tetapi Garuda menolak menyerah: Elkan Baggott menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-116. Skor itu bertahan hingga peluit panjang, dan nasib juara diserahkan kepada adu penalti.
Adu Penalti: Audero Jadi Pahlawan
Dari titik putih, Indonesia tampil sempurna. Empat eksekutor — Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama — semuanya sukses menaklukkan kiper Thailand. Di kubu lawan, Manuel Bihr dan Waris Choolthong berhasil mencetak gol, tetapi tendangan Sarach Yooyen menghantam tiang, dan sepakan Nattapong Sayriya diblok kiper Indonesia Emil Audero. Skor 4-2, dan Indonesia juara.
Sepanjang laga, Indonesia diganjar tiga kartu kuning, sementara Thailand mengoleksi lima kartu kuning dan satu kartu merah. Dengan hasil ini, rekor pertemuan kedua tim menjadi 81 kali: Indonesia kini mencatatkan 27 kemenangan, 38 kekalahan, dan 16 hasil imbang melawan Thailand.
Putus Kutukan 35 Tahun, Ranking Naik ke 113
Gelar ini disebut memutus kutukan 35 tahun Indonesia atas Thailand di turnamen Asia Tenggara — penantian panjang yang akhirnya terbayar di kandang sendiri. Dampaknya langsung terasa di peringkat dunia: ranking FIFA timnas Indonesia naik ke posisi 113 usai menjuarai ASEAN Cup 2026.
Turnamen edisi perdana yang digelar FIFA ini berlangsung 24 September hingga 5 Oktober 2026 dengan 14 negara peserta — seluruh 11 anggota ASEAN plus Bangladesh, Hong Kong, dan Pakistan sebagai tim tamu. Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1, sementara Hong Kong menjadi tuan rumah Divisi 2 dan menjuarainya setelah menang 2-0 atas Kamboja di final.
Angka kunci final:
- 2-2 — skor setelah 120 menit (James 84', Baggott 116'; Sanron 87', Chamratsamee 111')
- 4-2 — skor adu penalti untuk Indonesia
- 67.000 — tiket final yang ludes terjual di SUGBK
- 113 — peringkat FIFA Indonesia usai juara, naik dari sebelumnya
- 81 — total pertemuan Indonesia vs Thailand sepanjang sejarah
