Ceko Batasi Margin Penjual BBM dan Pangkas Pajak Diesel Mulai 1 Oktober

Petrol station in South Bohemian Region.jpg

Pemerintah Ceko membatasi margin distributor bahan bakar, memangkas pajak khusus diesel, dan mengenakan pungutan sementara pada kilang untuk menahan harga. Harga rata-rata bensin dan diesel mencapai 44,21 koruna per liter pada Agustus, naik dari 34,49 koruna setahun sebelumnya. Harga bahan bakar Uni Eropa mencetak rekor pekan lalu.

Pemerintah Ceko mengumumkan langkah pengendalian harga bahan bakar. Margin distributor bahan bakar akan dibatasi, pajak khusus atas diesel dipangkas, dan pungutan sementara dikenakan pada laba kilang. Pengumuman disampaikan pada Senin seiring harga yang terus naik akibat perang di Timur Tengah.

Ceko menyusul sejumlah negara Eropa lain seperti Jerman, Kroasia, Rumania, dan Italia yang belakangan mengumumkan atau memperluas pengendalian harga bahan bakar serta pemotongan pajak. Pemerintahan-pemerintahan itu berusaha melindungi pengemudi dari harga bahan bakar yang pekan lalu menyentuh tingkat rekor di Uni Eropa.

Bagi Ceko, ini adalah langkah kedua jenis itu dari pemerintahan Andrej Babiš pada tahun ini, setelah pengendalian harga dan pemotongan pajak diesel pada April. Langkah pengendalian sebelumnya berakhir pada 19 Juli.

Menteri Keuangan Ceko Alena Schillerová menyatakan pemerintah menyetujui usulan melanjutkan regulasi harga bahan bakar mulai 1 Oktober. Pemerintah sekaligus menurunkan pajak khusus atas diesel sampai tingkat minimum yang diizinkan aturan Uni Eropa.

Harga bahan bakar melonjak sejak Amerika Serikat dan Israel terlibat perang dengan Iran hampir tujuh bulan lalu. Iran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz sehingga mengubah arus ekspor minyak mentah Teluk Persia.

Data pembayaran menunjukkan tekanan biaya yang dihadapi konsumen Ceko. Harga rata-rata yang dibayarkan untuk bensin dan diesel dengan kartu bahan bakar CCS mencapai 44,21 koruna atau 1,81 euro per liter pada Agustus, naik dari 34,49 koruna atau 1,41 euro pada Agustus 2025.

Sebagai pembanding, harga rata-rata bensin di Uni Eropa mencapai angka rekor 2,06 euro per liter pekan lalu, sementara diesel menembus 2,16 euro per liter. Harga diesel Prancis bahkan melewati 2,40 euro per liter.

Mekanisme pengendaliannya bekerja dengan cara sederhana. Kementerian Keuangan akan menerbitkan harga maksimum bensin dan diesel setiap hari kerja untuk hari berikutnya. Kementerian juga membatasi margin laba stasiun pengisian bahan bakar.

Kebijakan semacam ini selalu menghadapi pertanyaan soal efek samping. Pembatasan margin dapat menekan insentif pengecer menambah pasokan ketika permintaan tinggi, sementara pemotongan pajak mengurangi penerimaan negara yang mungkin harus ditutup dari sumber lain.

Pada saat yang sama, pungutan sementara pada kilang menyasar bagian rantai pasok yang mendapat keuntungan lebih besar ketika selisih harga minyak mentah dan produk olahan melebar. Kombinasi tiga instrumen itu menunjukkan pemerintah berusaha menekan harga di hilir sekaligus mengambil sebagian keuntungan di hulu.

Rincian teknis kebijakannya cukup spesifik. Kementerian Keuangan akan membatasi margin laba stasiun pengisian bahan bakar pada 2,5 koruna atau sekitar 0,10 euro per liter. Pemerintah juga menurunkan pajak khusus atas diesel pada Oktober dari 9,95 koruna atau 0,41 euro menjadi sekitar 8 koruna atau 0,33 euro per liter.

Setelah memperhitungkan penurunan pajak pertambahan nilai yang menyertainya, kementerian memperkirakan harga di pompa turun 2,35 koruna atau sekitar 0,10 euro per liter.

Pemerintah juga menyetujui pungutan sementara atas kilang yang memperoleh keuntungan dari margin lebih tinggi. Pungutan itu berlaku pada 2026 dan 2027 dengan tarif 50 persen atas kenaikan margin bruto kilang dibandingkan 2025. Margin bruto pengilangan secara kasar mengukur selisih antara biaya minyak mentah dan nilai bahan bakar yang dihasilkan.

Beberapa negara Eropa lain sudah lebih dahulu bergerak. Spanyol, Irlandia, Siprus, dan Portugal termasuk yang paling lama mempertahankan pemotongan pajak bahan bakar. Malta memilih menyalurkan subsidi langsung kepada bahan bakar agar harga di pompa tetap stabil.

Negara lain memberikan bantuan yang lebih terarah. Hongaria, misalnya, menyasar pemilik mobil diesel yang memenuhi syarat tertentu untuk memperoleh keringanan. Keragaman pendekatan itu menunjukkan tidak ada satu resep tunggal di Uni Eropa dalam menghadapi lonjakan harga bahan bakar.

Dari sudut pandang Uni Eropa, langkah nasional seperti ini sah selama tidak melanggar aturan pasar tunggal dan batas minimum pajak energi. Penurunan pajak diesel Ceko sampai tingkat minimum yang diizinkan justru menunjukkan bahwa ruang gerak anggaran negara memang dibatasi kerangka aturan bersama.

Sumber: Euronews (22 September 2026), Europa Press, Die Sachsen News

Tidak ada komentar

Posting Komentar