Satu dari Lima Warga Limburg Terima Air Keran dengan PFAS di Atas Batas

PFAS water Lamiot from Nature en.png

Penelitian Greenpeace Belanda menemukan air keran di 20 persen wilayah Limburg mengandung PFAS melebihi ambang yang dianggap layak RIVM, menyangkut 228.455 warga. Di Noord-Holland pencemarannya tertinggi, dengan sebagian titik melampaui batas sampai lebih dari tiga kali.

Air keran di 20 persen wilayah Limburg mengandung lebih banyak PFAS daripada kadar yang dianggap layak oleh RIVM, lembaga kesehatan publik Belanda. Angka itu berlaku bagi 228.455 warga Limburg yang tinggal di kode pos terkait. Temuan ini berasal dari penelitian Greenpeace Belanda berdasarkan data sepuluh perusahaan air.

PFAS adalah kelompok zat kimia yang hampir tidak terurai dan dapat berbahaya bagi manusia serta lingkungan. Karena sifat itulah Greenpeace meluncurkan alat pemeriksa kode pos yang memungkinkan warga melihat berapa kadar PFAS dalam air keran di wilayah mereka.

Alat tersebut membagi hasil ke dalam empat kategori warna: merah tua, merah, oranye, dan hijau. Dua kategori teratas berlaku untuk air keran di kode pos dengan kadar PFAS lebih tinggi daripada norma kesehatan RIVM. Nilai rujukan RIVM adalah 4,4 nanogram per liter. Limburg tidak masuk kategori merah tua, tetapi masuk kategori merah.

Kategori merah mencakup kode pos tertentu di kota Roermond, Roerdalen, Peel en Maas, Beesel, dan Horst aan de Maas. Di sana air keran mengandung 5,5 nanogram per liter. Di bagian kota Venray, Leudal, dan Maasgouw, kadar air keran berada di kisaran 4,3 sampai 5,5 nanogram per liter.

Untuk kategori merah, artinya kelebihan PFAS berada antara satu hingga satu setengah kali norma kesehatan, yaitu antara 4,4 dan 6,6 nanogram per liter. Kondisi itu dialami empat persen penduduk Belanda, dan di Limburg mencapai 228.445 warga atau dua puluh persen dari populasi provinsi tersebut.

Pencemaran tertinggi justru ditemukan di Noord-Holland. Di beberapa titik provinsi itu, nilai rujukan RIVM untuk air keran terlampaui lebih dari tiga kali. Angka itu menjadikan wilayah barat Belanda sebagai fokus pemeriksaan berikutnya.

PFAS masuk ke air melalui berbagai jalur. Zat ini dipakai luas dalam pelapis tahan air, kemasan makanan, busa pemadam kebakaran, dan berbagai produk industri. Karena tidak mudah terurai, senyawa ini menumpuk di tanah dan air, lalu masuk ke rantai pasokan air minum.

Temuan Greenpeace menempatkan persoalan ini pada ruang antara laporan ilmiah dan kebijakan harian. Ambang yang dipakai adalah nilai rujukan RIVM, sementara air keran tetap harus memenuhi syarat kelayakan minum. Perbedaan antara dua ukuran itulah yang menjadi sumber perdebatan publik di Belanda.

Bagi warga, alat pemeriksa kode pos memberi gambaran cepat mengenai kondisi wilayah masing-masing. Namun alat itu bukan pengganti uji laboratorium resmi, dan hasilnya bergantung pada data perusahaan air yang dikumpulkan.

Perusahaan air di Limburg, WML, adalah salah satu dari tiga perusahaan air yang tidak aktif mempublikasikan seluruh hasil pengukuran yang dibutuhkan untuk menilai skor terhadap norma kesehatan RIVM. Atas permintaan, data pengukuran yang tidak dipublikasikan itu diserahkan untuk dipakai alat pemeriksa kode pos.

Selain wilayah berkategori merah, sejumlah kode pos di Limburg masuk kategori oranye. Kategori itu berlaku di Gennep, Venlo, Bergen, Kerkrade, dan Landgraaf dengan kadar PFAS 3,2 nanogram per liter, masih di bawah norma RIVM. Di satu kode pos di Meijel, kota Peel en Maas, serta di Weert, kadarnya 2,3 nanogram per liter.

Kategori oranye adalah kelompok gabungan yang mencakup hampir 400 wilayah kode pos. Di sana terdapat risiko meningkat bahwa norma kesehatan akan terlampaui pada masa mendatang. Di Limburg, kelompok ini menyangkut 129.700 warga.

Kategori hijau berlaku bagi kode pos dengan kadar PFAS kurang dari separuh norma kesehatan RIVM, yaitu nol sampai 2,2 nanogram per liter. Lebih dari separuh penduduk Belanda masuk kategori ini. Untuk Limburg, jumlahnya 69 persen atau 777.120 warga. Di beberapa wilayah bahkan tidak ditemukan jumlah PFAS yang terukur.

Kepala tim kampanye Greenpeace, Eline Bosman, menyebut situasi ini tidak masuk akal. Menurutnya air keran adalah kebutuhan hidup pertama, dan air yang keluar dari keran seharusnya bersih di seluruh Belanda.

Perusahaan air di Belanda mengambil air di 183 lokasi di seluruh negeri. Untuk menilai risiko secara utuh, jumlah titik pengambilan itu penting karena kualitas air baku di tiap lokasi berbeda, bergantung pada sumber serta riwayat pencemaran tanah dan air di sekitarnya.

Perusahaan air di Belanda menyatakan pemantauan berkala tetap dijalankan dan air keran yang disalurkan memenuhi standar. Perdebatan kini berlanjut pada pertanyaan mana ambang yang tepat: batas kelayakan minum yang berlaku saat ini, atau nilai rujukan kesehatan yang lebih ketat.

Sumber: L1 Nieuws (22 September 2026), NU.nl, AD.nl, penelitian Greenpeace Belanda

Tidak ada komentar

Posting Komentar