Paramount mencapai kesepakatan dengan California dan 11 negara bagian lain yang menggugat rencana merger 81 miliar dolar dengan Warner Bros Discovery. Kesepakatan itu membuka jalan penggabungan jaringan televisi Hollywood di bawah satu pemilik.
Paramount mencapai kesepakatan dengan California dan sejumlah negara bagian lain yang menggugat rencana merger senilai 81 miliar dolar dengan Warner Bros Discovery. Jaksa agung California mengumumkan kesepakatan itu pada Senin.
Kesepakatan tersebut membuka jalan penggabungan sebagian jaringan televisi dan studio paling dikenal Hollywood di bawah satu pemilik. Merger itu sebelumnya sudah disetujui Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Juni.
Sebanyak 12 negara bagian yang dipimpin California menggugat karena khawatir penggabungan dua dari lima studio lama Hollywood akan mematikan persaingan. Mereka menilai merger itu berpotensi mengurangi jumlah film di bioskop dan platform streaming.
Jaksa agung California, Rob Bonta, yang memimpin gugatan antimonopoli itu, menyebut Paramount memberikan komitmen yang dapat ditegakkan untuk meningkatkan produksi secara signifikan di Amerika Serikat dan khususnya di Los Angeles.
Menurutnya, komitmen itu berarti lebih banyak lapangan kerja dan aktivitas ekonomi. Namun ia menegaskan kesepakatan itu bukan dukungan terhadap merger dan bukan restu bagi penggabungan yang lebih luas.
Bonta menyatakan secara umum pihaknya menilai konsolidasi lebih lanjut di pasar yang penting bagi kehidupan ekonomi Amerika tidak menguntungkan bagi ekonomi, konsumen, maupun persaingan.
Empat negara bagian yang bertahan, yaitu Massachusetts, New York, Connecticut, dan Minnesota, baru mencapai kesepakatan pada akhir pekan. Paramount juga setuju CBS dan CNN mempertahankan dewan redaksi yang independen setelah merger.
Paramount berkomitmen membelanjakan sedikitnya 300 juta dolar untuk produksi dalam negeri. Perusahaan juga wajib membayar denda finansial bila gagal mendistribusikan 30 film pada dua tahun pertama dan 32 film pada tiga tahun berikutnya.
Sebagai imbalannya, Paramount tidak perlu menjual saluran kabelnya yang meliputi CBS, MTV, Nickelodeon, dan Showtime seperti sempat dibahas dalam perundingan. Para pihak juga akan memilih wali untuk memantau kepatuhan perusahaan.
Direktur utama sekaligus pemilik Paramount, David Ellison, putra taipan teknologi Larry Ellison, menyatakan bersyukur atas itikad baik dalam mencari jalan penyelesaian. Ia menegaskan merger itu bersifat pro-persaingan, pro-konsumen, dan pro-pekerja.
Ellison menyebut tujuannya selalu membangun Hollywood yang lebih kuat dengan lebih banyak cerita, pilihan lebih luas bagi konsumen, dan persaingan yang lebih sehat. Ia menilai penggabungan itu membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri.
Bagi eksekutif Paramount, sengketa hukum ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Tanggal penyelesaian yang melewati 30 September dilaporkan akan menambah jutaan dolar pada harga pembelian.
Sebelumnya beredar laporan bahwa Warner Bros Discovery dan Paramount sedang menjual lahan studio mereka di California dan berencana meninggalkan negara bagian itu di tengah gugatan. Langkah itu akan menjadi pukulan besar bagi industri film Los Angeles yang sudah tertekan.
Skydance Media membeli Paramount dalam merger senilai 8,4 miliar dolar yang dipimpin Ellison. Setelah regulator menyetujui, Paramount mencapai kesepakatan 16 juta dolar dengan Donald Trump terkait wawancara 60 Minutes dengan Kamala Harris.
Perusahaan juga mengumumkan penghentian acara Late Night with Stephen Colbert yang menayangkan episode terakhirnya pada Mei. Ellison kemudian menunjuk Bari Weiss sebagai pemimpin redaksi CBS News, dan jaringan itu sejak itu diwarnai tuduhan bias.
Dalam esai tamu di New York Times bulan lalu, Ellison menulis gugatan antimonopoli itu muncul dari keraguan apakah dirinya bisa dipercaya mengurus CNN milik Warner. Kesepakatan dengan negara bagian kini menjawab sebagian keraguan itu.
Sebagai bagian dari kesepakatan, para pihak akan memilih seorang wali untuk memantau kepatuhan Paramount. Negara bagian yang menggugat menyatakan siap kembali ke pengadilan bila perusahaan melanggar komitmennya.
Bagi industri media, penggabungan itu meninggalkan pertanyaan soal siapa yang akan mengendalikan pemberitaan CNN. Jaksa agung California secara khusus menyoroti dampaknya terhadap kerja jurnalistik CNN.
CNN sendiri dimiliki Warner Bros Discovery, pihak yang hendak bergabung dengan Paramount. Karena itu, kepemilikan baru itu langsung menimbulkan pertanyaan soal arah editorial stasiun berita tersebut.
Kasus ini juga menjadi ujian bagi komitmen persaingan di Amerika Serikat, sebab penggabungan besar selalu berpotensi mengurangi jumlah pelaku usaha di satu industri dan menaikkan harga bagi konsumen.
Sumber: The Guardian dan NPR, 27 September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar