Chris Spatola, mantan staf kepelatihan Duke University dan analis bola basket kampus untuk ESPN serta SiriusXM, meninggal dunia secara mendadak pada Senin di usia 47 tahun, demikian dikonfirmasi Duke dan ESPN.
Analis bola basket kampus Chris Spatola meninggal dunia secara mendadak pada Senin, 21 September 2026, pada usia 47 tahun. Kabar itu dikonfirmasi Duke University dan ESPN melalui pernyataan terpisah. Spatola dikenal sebagai mantan staf kepelatihan Duke sekaligus menantu pelatih legendaris Mike Krzyzewski.
Spatola menjabat sebagai analis bola basket kampus untuk ESPN dan SiriusXM selama lebih dari satu dekade. Ia juga pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Duke pada 2007 hingga 2012, periode ketika program tersebut meraih gelar juara pada 2010 bersama pemain yang kini menjadi pelatih kepala Duke, Jon Scheyer.
Sebelum berkarier sebagai pelatih dan komentator, Spatola bermain bola basket kampus di Akademi Militer Amerika Serikat atau Army, tempat ayah mertuanya memulai karier kepelatihan. Ia tampil sebagai pemain inti selama empat tahun dan bertugas di angkatan darat setelah lulus sebelum bergabung dengan staf Krzyzewski.
Duke menyampaikan pernyataan resmi tentang kepergian Spatola. Dalam pernyataan itu, universitas menyebut Spatola dikenal sebagai pembawa acara K Academy yang lucu dan cerdas, serta pelatih yang sangat bersemangat dan berdedikasi. Ia disebut sebagai bagian besar dari keluarga Duke Basketball dan K Academy.
Spatola menikah dengan Jamie, putri Mike Krzyzewski dan istrinya, Mickie. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai tiga anak. Keluarga Krzyzewski menyatakan tidak ada kata yang cukup untuk mengungkapkan kesedihan atas kehilangan Spatola.
Dalam pernyataannya, keluarga Krzyzewski menyebut Spatola telah mengabdi kepada negara, menjadi suami dan ayah yang setia, serta bagian penting dari keluarga mereka. Mereka menyampaikan terima kasih atas curahan kasih sayang, doa, dan perhatian yang diterima selama masa sulit ini.
Keluarga juga meminta privasi bagi seluruh anggota, terutama Jamie dan ketiga anaknya, saat mereka berduka dan memproses peristiwa yang mereka sebut tidak terbayangkan tersebut. Permintaan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dibagikan ke publik.
Kabar duka itu memicu reaksi luas dari kalangan olahraga kampus Amerika Serikat. Rekan kerja di ESPN dan SiriusXM mengenang Spatola sebagai komentator yang tajam dalam menganalisis pertandingan sekaligus pribadi yang hangat di luar siaran.
Spatola termasuk generasi komentator yang menghubungkan pengalaman langsung sebagai pemain dan pelatih dengan tugas analisis di televisi. Latar belakangnya di akademi militer dan pengabdiannya di angkatan darat kerap menjadi bagian dari cara ia memandang disiplin dan kerja sama tim.
Duke Basketball Roundup, kanal yang membahas tim tersebut, turut memuat pernyataan sekolah tentang kepergian Spatola. Dalam pernyataan itu, pihak universitas menyebut banyak orang mengenal Spatola selama bertahun-tahun melalui perannya di program K Academy dan kontribusinya bagi dunia kepelatihan.
Hingga pengumuman itu, penyebab kematian Spatola belum diungkap secara resmi. Duke dan ESPN menyampaikan duka cita mendalam serta menyatakan penghargaan atas dedikasi Spatola bagi dunia bola basket kampus.
Spatola dikenal luas di kalangan penggemar bola basket kampus melalui siaran analisisnya di sejumlah turnamen besar. Ia sering membahas aspek taktik pertandingan dengan bahasa yang mudah dipahami penonton, pendekatan yang membuatnya dipercaya sebagai pengamat independen di industri penyiaran olahraga.
Rekan-rekannya menyebut Spatola sebagai pribadi yang bersedia membantu komentator muda. Sejumlah jurnalis olahraga mengenang kesediaannya berbagi pengalaman tentang cara membaca pertandingan dan menyampaikan analisis secara ringkas dalam waktu siaran yang terbatas.
Duke Basketball menyatakan kehilangan sosok yang berperan penting dalam kegiatan K Academy, program pelatihan bagi penggemar yang digelar setiap tahun. Peran itu membuat Spatola tetap terhubung dengan program bola basket universitas tersebut meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari staf kepelatihan.
ESPN dan SiriusXM menyampaikan penghargaan atas kontribusi Spatola selama lebih dari satu dekade di dunia penyiaran olahraga. Sejumlah jadwal siaran disebut akan disesuaikan menyusul kepergiannya, sementara rekan-rekannya di studio menyampaikan duka cita melalui pernyataan resmi.
Sejumlah penggemar dan mantan pemain menyampaikan penghormatan melalui media sosial setelah kabar duka tersiar. Mereka mengenang Spatola sebagai komentator yang mampu menjelaskan pertandingan secara jernih sekaligus menjaga suasana siaran tetap hangat bagi penonton di berbagai kalangan usia.
Sumber: USA Today, WRAL, Fox News, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar