Jajak Pendapat CNN: Persetujuan Trump Anjlok ke 29 Persen Jelang Pemilu Tengah Waktu

Jajak Pendapat CNN: Persetujuan Trump Anjlok ke 29 Persen Jelang Pemilu Tengah Waktu

Jajak pendapat CNN menunjukkan tingkat persetujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun ke level terendah sepanjang masa jabatannya, sementara kondisi ekonomi yang memburuk memperberat posisi Partai Republik menjelang pemilu tengah waktu.

Tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyentuh titik terendah sepanjang dua masa jabatannya. Jajak pendapat CNN yang dilakukan SSRS mencatat hanya sekitar sepertiga warga Amerika menyatakan puas atas kinerja Trump, turun dari 34 persen pada Juli lalu dan menjadi angka terendah dalam kedua masa jabatannya.

Angka itu menjadi bagian dari tren penurunan yang berlangsung stabil sejak awal masa jabatan keduanya. Yang paling mencolok, hanya 13 persen responden menyatakan sangat menyetujui kinerja Trump, tingkat terendah sepanjang karier politiknya. Hanya 24 persen menilai ia memiliki prioritas yang tepat bagi negara.

Di bidang ekonomi, catatan Trump jauh lebih buruk dibanding periode pertama. Kini hanya 27 persen warga Amerika menyatakan puas atas cara Trump menangani ekonomi, turun 22 poin dari posisinya pada 2018. Hanya 28 persen yang menyebut kondisi ekonomi saat ini baik, merosot 41 poin dibanding delapan tahun lalu.

Penanganan inflasi juga menjadi titik lemah. Sekitar 20 persen responden menyatakan menyetujui cara Trump menangani inflasi. Dua pertiga warga Amerika menilai kebijakan Trump justru memperburuk kondisi ekonomi negara, sementara mayoritas mengaku merasakan dampaknya dalam pengeluaran sehari-hari rumah tangga mereka.

Persoalan ekonomi kini mendominasi perhatian pemilih. Dua pertiga pemilih terdaftar menyebut ekonomi sebagai isu yang sangat penting bagi pilihan mereka, lebih tinggi dibanding periode menjelang dua pemilu tengah waktu sebelumnya. Pergeseran ini membuat ekonomi menjadi medan pertarungan utama bagi kedua partai.

Terjadi pula perubahan sikap publik terkait isu tersebut. Warga Amerika kini menyatakan lebih setuju dengan Partai Demokrat dibanding Partai Republik dalam menangani ekonomi, sebuah pergeseran dari kecenderungan beberapa tahun terakhir yang cenderung menguntungkan kubu Republik pada masa jabatan pertama Trump.

Dalam survei nasional, pemilih menyatakan preferensi terhadap calon dari Partai Demokrat dengan selisih delapan poin di atas calon Republik. Selisih itu lebih kecil dibanding keunggulan 12 poin yang tercatat pada jajak pendapat CNN pada September menjelang pemilu tengah waktu 2018 di masa jabatan pertama Trump.

Meski selisihnya menyusut, posisi Trump sendiri jauh lebih tidak populer dibanding 2018. Perpaduan antara ketidakpopuleran presiden dan latar belakang ekonomi yang memburuk membuat peta politik pemilu tengah waktu kali ini dinilai lebih berat bagi Partai Republik dibanding delapan tahun lalu.

Survei itu juga mengukur bagaimana pemilih memandang arti pilihan mereka. Sebanyak 44 persen pemilih terdaftar menyatakan suara mereka di pemilihan kongres merupakan pesan penentangan terhadap Trump, angka tertinggi bagi seorang presiden petahana sejak era George W. Bush. Hanya 19 persen yang menyatakan suara mereka sebagai bentuk dukungan.

Kondisi itu menghasilkan pemilih yang terbelah: pendukung presiden cenderung bersikap dingin, sementara penentangnya menunjukkan kemarahan yang besar. Sebagian pemilih yang tidak menyukai Trump pun belum tentu yakin bahwa kemenangan Demokrat akan langsung memperbaiki biaya hidup atau kondisi keuangan pribadi mereka.

Publik sendiri masih terbelah soal dampak kemenangan Partai Demokrat di kongres terhadap harga kebutuhan pokok dan situasi ekonomi rumah tangga. Ketidakpastian itu membuat kedua kubu masih memiliki ruang untuk meyakinkan pemilih pada pekan-pekan terakhir sebelum pemungutan suara digelar.

Analis politik menilai hasil survei itu memperlihatkan kombinasi yang sulit bagi partai berkuasa. Presiden yang tidak populer biasanya menekan perolehan suara partainya di pemilu tengah waktu, terlebih ketika pemilih menilai kondisi ekonomi pribadi mereka sedang tidak menguntungkan bagi keluarga.

Namun survei juga menunjukkan Partai Demokrat belum sepenuhnya diuntungkan. Sebagian pemilih menyatakan keraguan apakah pergantian kendali di kongres akan berdampak nyata pada harga kebutuhan pokok, biaya sewa, dan peluang kerja dalam waktu dekat setelah pemungutan suara berlangsung.

Peta kursi kongres juga memainkan peran penting. Sejumlah daerah pemilihan yang menentukan kendali parlemen berada di kawasan pinggiran dengan pemilih moderat, kelompok yang dalam beberapa pemilu terakhir tidak terikat kuat pada satu partai dan cenderung menentukan hasil akhir.

Sejumlah pengamat menilai hasil survei ini belum menentukan hasil akhir pemilu tengah waktu. Masih ada waktu bagi kedua partai untuk mengubah peta dukungan, terutama jika terjadi perubahan kondisi ekonomi atau muncul isu baru yang menyita perhatian pemilih dalam beberapa pekan mendatang.

Sumber: CNN, The Hill, New York Magazine, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar