EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Penyanyi Ed Sheeran menyampaikan permintaan maaf kepada penggemarnya karena membuat sejumlah kesalahan saat membuka konser pertamanya sejak rapper Macklemore dikeluarkan dari tur kelilingnya. Macklemore sebelumnya dicoret karena menyampaikan pernyataan pro-Palestina di atas panggung. Konser di Philadelphia, Amerika Serikat, itu menjadi panggung pertama Sheeran setelah kontroversi yang menyelimuti turnya.
Sheeran membuka pertunjukan dengan menyinggung persoalan yang telah melibatkan seluruh tur dan membuat semua aksi pendukungnya mengundurkan diri. Ia menegaskan dirinya tidak pernah berniat menjadi musisi aktivis, namun situasi ini membuatnya berada di tengah perdebatan penting dan penuh emosi mengenai kebebasan berbicara serta isu politik paling rumit di dunia. Penonton yang hadir sejak awal dapat merasakan bahwa malam itu bukan sekadar rangkaian lagu, melainkan juga ajang penjelasan dari seorang artis yang sedang terjebak badai di luar kendalinya.
Dalam pernyataannya kepada penonton, Sheeran menyebut serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 sebagai peristiwa mengerikan. Ia juga menilai situasi yang terjadi di Gaza sebagai kondisi yang tidak dapat dibenarkan. Pernyataan itu disampaikan untuk menjelaskan posisinya soal Israel dan Palestina serta apakah konser yang digelarnya menyiratkan sikap tertentu.
Penyanyi asal Inggris itu mengaku terbiasa menghadapi kritik atas karya musiknya, tetapi mengakui kritik pekan ini menyangkut hal yang jauh lebih penting. Ia mengatakan telah harus mengambil keputusan sulit dan menyadari bahwa dirinya melakukan kesalahan. Sheeran menambahkan hatinya hancur menyaksikan besarnya kerusakan serta hilangnya nyawa warga sipil dan anak-anak. Ia menyampaikan permohonan maaf itu dengan penekanan kuat, kalimat yang langsung disorot banyak media karena jarang terdengar dari panggung sebesar itu.
Sheeran juga menyoroti ketidakadilan sistemik yang terjadi di Tepi Barat dan menilai hal itu tidak boleh diabaikan. Ia menyatakan tengah mencari cara untuk berkontribusi bagi para korban situasi tersebut, termasuk dengan mendengar dan belajar lebih banyak karena pengetahuannya dinilai belum memadai. Ia menegaskan konser tetap menjadi tempat terbuka bagi semua orang dengan pandangan berbeda.
Keputusan mengeluarkan Macklemore dari tur ditegaskan Sheeran sebagai keputusan pihak promotor, bukan keputusannya pribadi. Kontroversi ini berdampak pada penurunan harga tiket dan penjualan untuk sisa rangkaian tur Loop di Amerika Serikat. Sebagian harga tiket untuk pertunjukan tersebut bahkan sempat turun hingga 32 dolar Amerika Serikat, sementara Ticketmaster dan promotor konser Messina Touring Group tidak mengonfirmasi pemberian pengembalian dana.
Di luar lokasi konser, sejumlah pengunjuk rasa mengibarkan bendera untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina. Salah seorang pengunjuk rasa yang menyebut namanya sebagai Cooper menilai perlu lebih banyak figur publik seperti Macklemore yang bersuara mewakili rakyat Palestina. Konser berlangsung tanpa gangguan berarti meski aksi protes tetap berlangsung di sekitar arena pertunjukan.
Sheeran mengaku sempat ragu apakah tur ini akan berlanjut dan bahkan mempertanyakan apakah ia masih ingin menjadi artis. Ia akhirnya kembali ke panggung karena merasa memiliki komitmen kepada penggemarnya. Ia juga menyatakan sangat khawatir terhadap gagasan bahwa tempat pertunjukan dapat menyetujui lebih dahulu isi atau penampil yang tampil, dan kekhawatiran itu mendapat tepuk tangan penonton.
Penggemar yang berbicara kepada BBC setelah meninggalkan lokasi menilai pernyataan Sheeran telah mencakup kedua sisi dengan baik dan dinilai tulus. Jadwal tur berikutnya masih tersusun di sejumlah kota di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tur Sheeran sebelumnya termasuk salah satu yang paling menguntungkan sepanjang sejarah.
Dalam dunia tur musik, pembuka atau opening act berfungsi menghangatkan penonton sebelum bintang utama naik panggung. Menghilangkannya berarti penonton langsung menyambut penampilan utama tanpa pemanasan, dan hal itu jarang terjadi pada tur berskala stadion. Karena itu, kekosongan panggung pembuka di Philadelphia terbaca sebagai tanda nyata bahwa kontroversi ini telah mengubah susunan acara, bukan sekadar riuh perdebatan di media sosial.
Sisa rangkaian tur masih berjalan dengan jadwal yang sudah tersusun di sejumlah kota. Namun bayang-bayang polemik itu belum hilang, terutama karena penurunan harga tiket menjadi salah satu tanda dampaknya terhadap penjualan. Bagi Sheeran, tantangan terdekat bukan lagi soal lagu, melainkan menjaga agar panggung tetap menjadi ruang terbuka bagi penonton dengan pandangan yang berbeda-beda.
Sosok yang mula-mula dicoret dari daftar opening act Loop Tour adalah Macklemore, sahabat Sheeran sejak 13 tahun silam, setelah ia menyatakan dukungan bagi Palestina, warga Gaza, dan Tepi Barat. Sheeran mengakui dirinya mendapat desakan dari berbagai kalangan, khususnya Robert Kraft yang memiliki salah satu stadion tempatnya manggung. Akibat pencoretan itu, seluruh artis pendukung terpilih ikut mengundurkan diri, termasuk Fineas dan band Beoga, sehingga konser di Philadelphia digelar tanpa penampil pembuka.
Sumber: BBC World, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar