Neville Sebut Manchester United Memalukan, Carrick Tetap Percaya

Japan national team players huddling in Columbus.jpg

EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Gary Neville menarik napas panjang setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez membawa Fulham unggul lebih dari satu jam pertandingan yang berjalan lambat bagi Manchester United. Ia kemudian menyampaikan penilaiannya yang keras terhadap penampilan mantan timnya tersebut.

"Saya menonton Manchester United sejak usia lima tahun dan itu 15 menit terburuk yang pernah saya lihat," ucap Neville dengan nada yang tidak membela. "Sangat memalukan. Saya tidak pernah melihat ketidakpedulian usaha seperti itu. Apa yang dipikirkan [Michael] Carrick?" Komentar mantan kapten itu datang tepat setelah seperempat jam pertama babak kedua yang suram, berakhir pada momen kemalangan Martinez yang memasukkan bola ke gawang sendiri.

Untuk konteks, Neville pernah menjadi bagian dari tim United yang dikalahkan Fulham 3-1 di Old Trafford pada Oktober 2003. Dalam ingatan terdekat, tim itu juga pernah kalah 7-0 di Liverpool dan dua kali 6-1 di kandang masing-masing melawan Tottenham serta Manchester City. Pengalaman pahit itu menjadi latar belakang ketika ia menilai performa hari ini sebagai titik terendah baru.

United akhirnya menyelamatkan hasil imbang 1-1 berkat sepakan Matheus Cunha yang berbelok pada menit ke-89. Gol penyeimbang itu lahir setelah fase akhir di mana tamu menekan tuan rumah dengan gigih, momen yang nanti dijadikan Carrick sebagai bukti kebugaran skuadnya.

Reaksi Neville tampak berlebihan, tetapi datang pada pekan ketika United kalah dalam derby Manchester melawan City yang bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. Mereka juga kalah dari Brighton di kandang untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun setelah unggul dua gol, sehingga kekecewaan pendukung memuncak. Lima poin dari lima laga menempatkan United di posisi ke-12 klasemen, sudah 10 poin tertinggal dari puncak yang diduduki Manchester City.

Pertanyaan soal kebugaran justru sudah muncul sejak pra-musim ketika gelandang Youri Tielemans mengungkapkan bahwa United tidak memprioritaskan lari dalam latihan. Isu itu kembali menggelegar setelah Cunha, dalam wawancara pascapartai bersama Sky Sports, mengakui: "Di awal babak kedua mereka memasukkan lebih banyak energi dibanding kita. Kita tidak bisa menerima ini." Meski Brasilia itu tidak sepenuhnya setuju dengan penilaian Neville, komentarnya justru menambah bahan perdebatan.

Cunha juga menyebut "kebisingan" di sekitar United saat berbicara dengan BBC Match of the Day. Neville sendiri menjadi bagian signifikan dari kebisingan itu, baik langsung melalui komentar maupun lewat imperium medianya yang berkembang. Dinamika ini menciptakan tekanan tambahan bagi tim yang sudah rapuh.

Tidak mengherankan, Carrick memiliki pandangan berbeda. Ia menggunakan cara timnya berupaya menekan tuan rumah pada fase akhir pertandingan yang berujung gol penyama kedudukan Cunha sebagai bukti bahwa skuadnya cukup bugar. "Cara kita mengakhiri pertandingan, sebenarnya tidak terlihat seperti itu. Kita mengakhiri pertandingan dengan sangat kuat, dan terus menekan. Saya tidak pikir itu menjadi masalah," tegas mantan gelandang Inggris itu.

Situasinya tidak sederhana ketika pendukung United, yang biasanya tetap mendukung tim melalui kekecewaan, meluapkan kemarahan atas keputusan Carrick menarik keluar pemain tengah tim nasional Inggris Kobbie Mainoo pada 11 menit terakhir. Deretan teriakan itu mengikuti paduan suara protes pada hari Rabu lalu yang mengecam kelelahan tim melawan Brighton.

"Selalu ada reaksi tertentu ketika pelatih melakukan pergantian pemain," jawab Carrick tenang. "Saya telah berbicara dengan Kobbie setelah pertandingan dan dia baik-baik saja dengan keputusan itu. Saya memahami bahwa dalam situasi mengejar hasil, semua pihak menjadi sedikit emosional, termasuk pendukung yang sangat menginginkan timnya melakukan hal yang benar. Saya tidak menganggap itu negatif atau menyinggung. Kita hanya harus terus mencoba hal yang benar untuk kembali ke dalam pertandingan."

Pelatih itu justru memuji pendukung: "Para pendukung luar biasa hari ini, harus saya akui, sepanjang laga, dan terus mendukung para pemain. Setidaknya kita memberi mereka sesuatu yang kecil di akhir untuk dibawa pulang, dan saya yakin masih ada yang lebih banyak lagi."

Hasil imbang di Fulham memang "sesuatu yang kecil" mengingat tuan rumah memulai pertandingan di dasar klasemen Liga Primer dan kini bertukar posisi dengan Tottenham. Perekrutan musim panas senilai 70 juta poundsterling, Carlos Baleba, juga belum melakukan debut, sementara Matthijs de Ligt yang cedera jangka panjang tidak dilibatkan sama sekali meski keduanya ikut dalam rombongan ke London.

Penyerang Benjamin Sesko pun absen setelah mengalami kambuh masalah tulang kering yang mengganggunya pada musim lalu sebelum menjalani program pemulihan yang membuatnya absen lebih dari tiga bulan. Kondisi tersebut menambah daftar persoalan yang harus dihadapi Carrick di tengah tekanan yang meningkat.

Semua ini semakin terasa berat dengan munculnya isu tiket yang dipicu oleh aksi keras klub terhadap praktik touting, yang menimbulkan kemarahan baru di kalangan pendukung. Kombinasi hasil buruk, daftar cedera panjang, rekrutan yang belum beradaptasi, dan ketidakpuasan soal kebijakan tiket menciptakan badai sempurna di Old Trafford.

Sumber: BBC Sport, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar