Timnas Indonesia mengawali Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Pelatih John Herdman menyebut laga berikutnya melawan Malaysia sebagai pertandingan besar.
Tim nasional Indonesia membuka perjalanan di Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil positif. Skuad Garuda mengalahkan Singapura dengan skor 2-0 pada laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat malam. Kemenangan itu menjadi modal penting sebelum menghadapi laga kedua.
Dua gol kemenangan Indonesia lahir dari titik putih. Penyerang Ole Romeny mencetak gol lewat tendangan penalti. Ia tampil sebagai eksekutor setelah mendapat kepercayaan dari kapten tim Kevin Diks, yang sebenarnya merupakan spesialis penendang penalti.
Keputusan Diks menyerahkan bola kepada Romeny menjadi sorotan setelah pertandingan. Pemain Borussia Moenchengladbach itu tercatat telah mencetak 19 gol dari titik putih sepanjang kariernya, dua di antaranya untuk tim nasional Indonesia. Namun ia memilih memberi kesempatan kepada rekan setimnya.
Romeny mengungkapkan penghargaannya atas sikap tersebut. Ia menilai Diks dan Jay Idzes sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan tim di atas ambisi pribadi. Menurutnya, karakter semacam itu terlihat jelas dari cara keduanya mengambil keputusan di lapangan.
Momen serupa pernah terjadi pada pertemuan sebelumnya. Ketika Indonesia menang 1-0 atas China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga pada Juni tahun lalu, Idzes sempat melangkah ke kotak penalti. Ia terlihat akan menjadi penendang, tetapi kemudian menyerahkan bola kepada Romeny, yang menjalankan tugas itu dengan baik.
Seusai pertandingan, pelatih John Herdman langsung mengalihkan perhatian ke laga berikutnya. Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A di stadion yang sama, Senin mendatang. Kedua tim sama-sama mengawali turnamen dengan kemenangan.
Malaysia membuka turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Bangladesh. Hasil itu membuat laga Indonesia melawan Malaysia menjadi penentu siapa yang akan memimpin grup. Pertemuan itu juga menjadi yang pertama bagi kedua tim dalam lima tahun terakhir.
Herdman mengaku memahami betul besarnya rivalitas Indonesia dengan Malaysia. Pelatih berusia 51 tahun itu menyebut hampir setiap hari ada orang yang mengingatkannya bahwa laga melawan Malaysia harus dimenangkan. Ia mendengar pesan itu berulang kali selama berada di Jakarta.
Pengalaman Herdman sebagai orang yang berasal dari Newcastle turut membentuk pemahamannya. Ia tumbuh dengan rivalitas besar antara Newcastle dan Sunderland, yang dikenal sebagai Derbi Tyne-Wear. Pengalaman itu membantunya memahami arti pertandingan penuh gengsi semacam ini.
Herdman juga membandingkan rivalitas Indonesia dan Malaysia dengan persaingan Kanada melawan Amerika Serikat. Sebelumnya ia pernah menangani tim nasional Kanada, sehingga familiar dengan laga-laga bertensi tinggi di kawasan Amerika Utara. Ia melihat pola yang sama pada pertemuan Indonesia dengan Malaysia.
Meski menegaskan target kemenangan, Herdman mengingatkan pentingnya menghormati lawan. Ia menilai Malaysia bukan tim yang bisa dianggap remeh dan laga nanti tidak akan berjalan mudah. Pernyataan itu sekaligus menandakan persiapan tim tidak dilakukan secara sembarangan.
Satu hal yang ia jamin adalah kesungguhan para pemainnya. Herdman menyatakan timnya akan memberikan segalanya untuk meraih kemenangan. Ia juga menyebut dukungan suporter akan mengikuti kualitas permainan yang ditampilkan di lapangan.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala AFF 2020, tepatnya 19 Desember 2021. Ketika itu Indonesia dilatih Shin Tae-yong dan menang telak 4-1 atas Malaysia di Singapura. Hasil itu masih dikenang sebagai salah satu penampilan terbaik skuad Garuda di turnamen regional.
Di sisi lain, Herdman menegaskan bahwa tidak ada pemisahan antara pemain lokal dan pemain diaspora. Menurutnya, seluruh pemain yang memperkuat tim nasional adalah orang Indonesia. Pernyataan itu menjawab pertanyaan yang kerap muncul soal komposisi skuad.
Pelatih asal Inggris itu juga menyoroti perkembangan permainan tim dari laga ke laga. Ia menilai pemain semakin memahami tugas dan peran masing-masing, terutama karena proses adaptasi berjalan lebih cepat dari perkiraan. Hal itu disebutnya menjadi modal berharga menghadapi rangkaian laga padat.
Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dengan format grup diikuti babak gugur. Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Setiap tim akan berusaha mengumpulkan poin maksimal untuk memastikan langkah ke tahap berikutnya.
Dukungan suporter menjadi faktor yang tidak bisa dipisahkan dari laga di Gelora Bung Karno. Stadion berkapasitas besar itu kerap penuh ketika tim nasional tampil di turnamen internasional. Atmosfer tersebut dinilai memberi dorongan tambahan bagi para pemain di lapangan.
Dengan hasil melawan Singapura, Indonesia memulai turnamen tanpa kekalahan. Namun jadwal padat menuntut pemulihan kondisi pemain yang cepat. Tim pelatih disebut akan mengatur beban latihan agar pemain tetap bugar menjelang laga melawan Malaysia.
Sumber: ANTARA, 26 September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar