Kamis (8/10/2026) menjadi hari yang buruk bagi Wall Street. Nasdaq anjlok 1,25 persen, saham-saham chip berguguran, dan harga minyak melesat 4 persen. Pemicunya: satu laporan Financial Times yang mempertanyakan fondasi seluruh pesta AI.
Financial Times melaporkan bahwa pendapatan tahunan OpenAI — berdasarkan laju saat ini — berada di kisaran 50 miliar dolar AS. Angka itu sekitar 20 miliar dolar lebih rendah dari estimasi sebelumnya yang menyebut hampir 70 miliar dolar. Selisihnya bukan sekadar angka: ia mengguncang keyakinan investor bahwa raksasa AI mampu menghasilkan pendapatan yang sepadan dengan belanja infrastruktur raksasanya.
Perlu dicatat dengan hati-hati: angka 70 miliar dolar sebelumnya pun bukan angka resmi. Menurut FT, angka itu disusun lewat "upaya para investor OpenAI sendiri untuk menghasilkan perbandingan langsung dengan pendapatan tahunan Anthropic" — dan kedua perusahaan menghitung pendapatan dengan cara berbeda. Anthropic memasukkan penjualan mitra cloud-nya; OpenAI tidak. Jadi perdebatan ini sebagian adalah perdebatan tentang akuntansi, bukan semata kinerja.
Yang Tumbang dan yang Justru Naik
Pasar tidak menunggu klarifikasi. Indeks semikonduktor Philadelphia merosot 3,4 persen. Nvidia turun 2,91 persen, Broadcom anjlok 4,4 persen, Micron jatuh 4,8 persen, Oracle amblas 5,5 persen, Microsoft turun 1,3 persen, dan Alphabet melemah 0,7 persen. Nasdaq Composite ditutup di 27.193,34, S&P 500 di 7.765,36 — hanya Dow Jones yang selamat dengan kenaikan tipis 0,10 persen ke 51.231,64.
Kekhawatiran diperparah kabar bahwa Broadcom tengah mencari pendanaan 50 miliar dolar untuk OpenAI — yang dibaca pasar sebagai tanda persaingan mendapatkan modal di sektor teknologi akan semakin ketat.
Di sisi lain, ada yang berpesta: saham energi menjadi penguat utama S&P 500. Harga minyak mentah Brent melonjak 4,1 persen dan ditutup di 104,28 dolar per barel, sementara WTI menguat 3,6 persen ke sekitar 91 dolar. Pemicunya bertumpuk: serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, penurunan produksi AS akibat badai di Teluk Meksiko, dan ketegangan AS–Iran. Palantir ikut menguat 2,4 persen setelah Goldman Sachs menaikkan rekomendasinya menjadi "buy".
Pergeseran Pertanyaan Besar
Ada pergeseran penting yang layak dicatat dari gejolak ini. Polemik utama industri AI kini bukan lagi "apakah permintaan komputasi bisa terus tumbuh", melainkan "apakah pendapatan pelanggan akhir sanggup menopang belanja modal yang masif". Ini pertanyaan yang jauh lebih sulit — dan pasar, untuk sementara, menjawabnya dengan pesimisme.
Dampaknya merambat ke Asia. Kontrak berjangka mengindikasikan pelemahan di Jepang dan China daratan setelah Nasdaq 100 mencatat penurunan harian terburuk dalam tujuh pekan. Di Indonesia, IHSG ikut terseret: pada perdagangan 8 Oktober ditutup melemah 1,88 persen ke 6.031,28, dengan sembilan dari sebelas sektor memerah.
Ada satu kabar yang sedikit meredakan ketegangan minyak: Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu November. Brent pun turun tipis setelahnya. Namun dengan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember yang terbaca 69,2 persen di CME FedWatch, tekanan ke pasar negara berkembang belum akan reda dalam waktu dekat.
Angka kunci gejolak 8 Oktober 2026:
- -1,25% — Nasdaq Composite (27.193,34)
- -3,4% — indeks semikonduktor Philadelphia
- US$50 miliar — estimasi pendapatan tahunan OpenAI menurut FT, vs US$70 miliar sebelumnya
- +4,1% — lonjakan Brent ke US$104,28 per barel
- -1,88% — IHSG ke 6.031,28, terseret sentimen global
Ke depan, ada tiga hal yang patut dipantau. Pertama, apakah OpenAI memberikan klarifikasi resmi atas angka FT tersebut — atau malah membiarkannya tenggelam. Kedua, musim laporan keuangan kuartal ketiga emiten teknologi AS yang akan menguji apakah pelemahan ini sesaat atau awal tren. Ketiga, perkembangan negosiasi AS–Iran yang menentukan arah harga minyak — dan lewat minyak, arah inflasi global.
Catatan redaksi: artikel ini adalah laporan peristiwa pasar, bukan nasihat investasi. Keputusan finansial sebaiknya didasarkan pada riset mandiri dan konsultasi dengan penasihat berlisensi.
