Stella McCartney Serukan Boikot Seafood di Paris, Jennifer Lopez Hadir di Tengah Hujan

Perancang busana Stella McCartney menggunakan panggung Paris Fashion Week untuk menyerukan penghentian konsumsi seafood, dengan kaos bergambar lumba-lumba. Jennifer Lopez tampil di tengah hujan saat menghadiri pertunjukan tersebut.

Perancang busana asal Inggris, Stella McCartney, kembali membuat gebrakan di panggung Paris Fashion Week. Dalam pertunjukan terbarunya, ia tidak hanya memamerkan koleksi pakaian, tetapi juga menyuarakan kampanye menentang konsumsi seafood. Model-model yang berjalan di catwalk mengenakan kaos bergambar lumba-lumba, simbol perlawanan terhadap industri perikanan yang dianggap merusak ekosistem laut. Acara yang digelar di tengah guyuran hujan itu turut dihadiri bintang Hollywood, Jennifer Lopez. Pertunjukan berlangsung di sebuah venue di Paris, Prancis, dengan atmosfer yang berbeda dari biasanya. Hujan yang turun tidak menyurutkan antusiasme tamu undangan, termasuk Jennifer Lopez yang terlihat menunggu dengan payung. McCartney memilih pendekatan yang lebih provokatif untuk menyampaikan pesan lingkungannya, menjadikan mode sebagai medium advokasi.

Kampanye Panjang Stella McCartney

Stella McCartney bukan nama baru dalam gerakan mode berkelanjutan. Sejak lama ia konsisten menolak penggunaan kulit hewan, bulu, dan kulit eksotis dalam koleksinya. Mereknya dikenal sebagai pelopor dalam penggunaan material alternatif ramah lingkungan, seperti kulit nabati dari jamur (Mylo) dan bahan daur ulang lainnya. Langkah ini sejalan dengan filosofi hidupnya sebagai vegetarian dan aktivis hak hewan. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian McCartney meluas ke sektor pangan, khususnya industri seafood. Ia menyoroti praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, termasuk tangkapan sampingan (bycatch) yang membunuh mamalia laut seperti lumba-lumba. Kaos bergambar lumba-lumba dalam pertunjukan terbarunya menjadi simbol kampanye tersebut. McCartney ingin mengingatkan bahwa konsumsi seafood tidak hanya berdampak pada laut, tetapi juga pada kesejahteraan hewan.

McCartney menegaskan bahwa industri mode harus bertanggung jawab atas dampak lingkungannya, termasuk keterkaitan dengan industri perikanan yang memasok kulit ikan untuk bahan fashion. Ia menyerukan agar rumah mode lain mengikuti jejaknya untuk meninggalkan praktik yang merusak. Menurutnya, keindahan mode tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan makhluk hidup di dalamnya.

  • Menolak penggunaan kulit hewan, bulu, dan kulit eksotis sejak awal karier.
  • Mengembangkan material alternatif seperti Mylo (kulit jamur) dan bahan daur ulang.
  • Kampanye anti-seafood untuk melindungi lumba-lumba dan ekosistem laut.
  • Mendorong transparansi rantai pasok di industri mode global.

Jennifer Lopez, yang dikenal sebagai ikon pop dan pengusaha, memberikan dukungan dengan kehadirannya. Meski hujan mengguyur, ia tetap datang dan menyaksikan pertunjukan dari barisan depan. Kehadiran Lopez menambah sorotan media terhadap acara tersebut, sekaligus memperluas jangkauan pesan lingkungan yang dibawa McCartney. Keduanya diketahui memiliki hubungan baik dan sering tampil mengenakan busana karya McCartney.

Respons Industri dan Tantangan

Langkah McCartney menuai beragam reaksi. Sebagian pelaku industri mode mengapresiasi keberaniannya mengangkat isu yang jarang dibahas, yaitu keterkaitan antara fesyen dan konsumsi seafood. Namun, tidak sedikit yang meragukan efektivitas boikot seafood, mengingat seafood merupakan sumber protein utama bagi miliaran orang. Kritik juga datang dari kalangan yang menilai kampanye ini terlalu menyederhanakan masalah rantai pasok global. Tantangan terbesar adalah mengubah perilaku konsumen dan praktik bisnis yang sudah mengakar. Industri mode bergantung pada berbagai bahan baku, termasuk kulit ikan yang digunakan oleh beberapa perancang. McCartney menyadari bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam. Ia berkomitmen untuk terus mengedukasi melalui koleksi dan platform yang dimilikinya. Dukungan dari selebritas seperti Lopez diharapkan mempercepat kesadaran publik.

Baca juga: Paris Fashion Week: Tren Mode Berkelanjutan Tahun Ini

Selain kampanye anti-seafood, pertunjukan McCartney juga menampilkan siluet khasnya yang elegan dan casual. Bahan-bahan ramah lingkungan seperti katun organik, viscose daur ulang, dan kulit nabati mendominasi koleksi. Warna-warna netral dan potongan longgar mencerminkan identitas merek yang tidak lekang oleh waktu. Para model berjalan di atas runway yang dirancang minimalis, mempertegas fokus pada pesan ketimbang kemewahan berlebihan.

Dengan aksi terbarunya, Stella McCartney kembali membuktikan bahwa mode bisa menjadi alat perubahan sosial. Seruan boikot seafood di Paris menjadi babak baru dalam perjuangannya melawan eksploitasi hewan. Meski menuai pro dan kontra, ia tetap pada pendiriannya bahwa industri fashion harus berkelanjutan dan etis. Jennifer Lopez yang hadir di tengah hujan menjadi simbol dukungan terhadap visi tersebut, menunjukkan bahwa pesan lingkungan dapat menyatukan berbagai kalangan.