Tunggul pohon Sycamore Gap di Inggris utara mulai menumbuhkan tunas berdaun tiga tahun setelah ditebang secara ilegal, memicu harapan pemulihan. Dua pelaku telah divonis, sementara biji dan potongan kayu pohon itu dilestarikan.
Tunggul pohon Sycamore Gap di Inggris utara mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tiga tahun setelah ditebang secara ilegal, sejumlah tunas berdaun tumbuh di sekitar dasar tunggul dan memicu harapan bahwa pohon ikonik di kawasan Northumberland itu suatu hari bisa pulih. National Trust, badan konservasi yang memiliki pohon beserta lahan di sekitarnya, menyebut perkembangan ini sebagai kabar yang menggembirakan. Kabar ini disambut baik oleh warga yang selama ini mengikuti perkembangan kasus tersebut. Sejumlah media Inggris menyebut perkembangan ini sebagai secercah harapan baru.
Tunas-tunas tersebut tingginya sekitar dua hingga tiga kaki, atau sekitar 60 sampai 90 sentimeter, dan membentuk lingkaran tebal di sekeliling tunggul. Area itu kini dipagari untuk mengurangi gangguan manusia. Pengelola National Trust untuk Hadrian's Wall, Andrew Poad, mengaku dipenuhi harapan melihat cara alam berjalan. Menurut dia, tunas yang subur itu sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa langkah khusus yang ditempuh, termasuk mengurangi pemadatan tanah di sekitar perakaran dan membatasi gangguan, membuahkan hasil. Para ranger berencana mengawasi tunggul dengan saksama dan mengelolanya bergantung pada perkembangan yang terjadi. Upaya itu ditujukan agar tunggul mendapat peluang terbaik untuk tumbuh kembali.
Pohon ikonik di dekat Hadrian's Wall
Pohon Sycamore Gap telah berdiri lebih dari satu abad di cekungan lanskap perbukitan dekat Hadrian's Wall, Inggris utara. Keberadaannya menjadi favorit para fotografer dan sempat muncul dalam film Robin Hood: Prince of Thieves pada 1991. Pada 2016, lembaga konservasi Woodland Trust menganugerahinya gelar English Tree of the Year. Kombinasi bentuk pohon dan latar benteng Romawi membuatnya dikenal luas, bahkan menjadi salah satu objek foto paling populer di kawasan itu.
Namun pada pagi 28 September 2023, seorang petani menemukan pohon itu telah ditebang dengan gergaji mesin. Rimbun mahkotanya jatuh dan sebagian menimpa Hadrian's Wall. Para arkeolog kemudian menyimpulkan bahwa runtuhan pohon merusak bagian dari benteng sepanjang 73 mil yang dibangun tentara Romawi mulai sekitar tahun 122 Masehi. Peristiwa itu memicu kemarahan publik dan sorotan luas, karena pohon tersebut dianggap bagian dari warisan budaya dan alam setempat. Otoritas setempat lantas memperketat pengawasan dan menutup akses ke area tunggul selama proses penyelidikan berlangsung.
Dua pelaku dan vonis pengadilan
Penyidik mengidentifikasi Daniel Graham dan Adam Carruthers sebagai pelaku. Keduanya dinyatakan bersalah atas dua dakwaan perusakan kriminal pada Mei 2025 dan dijatuhi hukuman masing-masing empat tahun tiga bulan penjara. Tahun ini, Carruthers dibebaskan lebih awal dan akan menjalani sisa hukumannya di rumah dengan syarat ketat. Jaksa membangun kasus berdasarkan sejumlah bukti, termasuk data lokasi ponsel, catatan panggilan, sebuah foto, rekaman kamera lalu lintas, serta video malam yang merekam aksi penebangan dengan gergaji mesin.
Selama persidangan delapan hari di Newcastle Crown Court, Inggris timur laut, jaksa menyebut perbuatan kedua pria itu sebagai kebrutalan tanpa pikiran dan menduga mereka menebang pohon hanya untuk sedikit tertawa. Graham dan Carruthers tetap menyatakan tidak bersalah dan tidak pernah mengungkap alasan di balik tindakan mereka. Hingga kini, motif pasti penebangan masih menjadi misteri yang menyisakan kekecewaan bagi banyak pihak. Keduanya juga tidak pernah memberikan penjelasan kepada publik maupun petugas.
- Potongan terbesar batang pohon dipamerkan di Sill: National Landscape Discovery Center, Northumberland National Park, sekitar dua mil dari lokasi asalnya.
- Segmen setinggi enam kaki itu menjadi pusat pameran permanen bertajuk Sycamore Gap: Coming Home, lengkap dengan bangku dan potongan kayu melengkung bertuliskan frasa seperti old friend dan from this land.
- Pihak berwenang juga menyelamatkan biji dari pohon tersebut dan merawatnya hingga tumbuh menjadi bibit.
- Sebanyak 49 bibit Trees of Hope, satu untuk setiap kaki tinggi akhir pohon, dibagikan kepada warga dan komunitas di seluruh Inggris.
Baca juga: Jejak pelestarian warisan alam Inggris di tengah tekanan modern
Meski Graham dan Carruthers melakukan tindakan destruktif tanpa alasan yang menyedihkan, banyak pihak memilih merespons dengan semangat optimisme baru, bukan kemarahan atau keputusasaan. Kini, saat tunggul mulai menunjukkan pertumbuhan baru, harapan kembali muncul di tengah tragedi. Dewan redaksi The Times menulis bahwa jelas akan butuh bertahun-tahun sebelum Sycamore Gap kembali megah. Namun, harapan yang terus dipupuk untuk hari yang masih jauh itu menjadi bantahan terbaik terhadap mereka yang telah menebangnya secara kejam dalam aksi malam yang nihilis.