Badai nor'easter yang bergerak lambat menghantam pesisir timur Amerika Serikat dengan angin hingga 130 kilometer per jam, menewaskan seorang petugas perumahan New York dan memutus listrik lebih dari 114.000 rumah.
Badai nor'easter yang bergerak lambat menghantam pesisir Atlantik Amerika Serikat sepanjang akhir pekan, membawa angin kencang, gelombang tinggi, dan banjir pesisir yang meluas. Sedikitnya satu orang meninggal dan lebih dari 114.000 rumah kehilangan aliran listrik di New York, New Jersey, Connecticut, dan Pennsylvania. Badai itu juga menghentikan sebagian besar jaringan perjalanan, acara olahraga besar, dan angkutan umum di wilayah New England serta kawasan Tri-State.
Korban pertama terkonfirmasi pada Sabtu sore di New York City. Leighton Brown, warga berusia 56 tahun yang bekerja untuk Otoritas Perumahan Kota New York, meninggal setelah tertimpa pohon yang tercabut di kompleks Cypress Hills Houses, Brooklyn, sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Brookdale dengan luka berat di sekujur tubuh dan dinyatakan meninggal tak lama setelah tiba.
Kekuatan badai terlihat dari angka yang dihimpun layanan cuaca. Hembusan angin mencapai 130 kilometer per jam, gelombang laut setinggi enam meter, dan hujan di beberapa titik New Jersey melampaui 100 milimeter sejak Jumat. Tiang listrik dan pohon-pohon besar tumbang di bawah terpaan angin yang bertahan lama. Peramal cuaca menyebut pusat badai berada di selatan Long Island dan timur New Jersey utara, lalu berputar mengelilingi kawasan itu selama sekitar 24 jam berikutnya.
Di kota pantai Sea Bright, New Jersey, setiap pasang laut membawa babak baru banjir. Seorang warga, Caroline Virenius, menuturkan garasinya terisi air setinggi sekitar 30 sentimeter. Ia menyebut banjir datang berulang, bukan sekali lalu surut. Warga di kawasan rendah New Jersey harus mengarungi air pada hari kedua, sementara hembusan angin menjatuhkan pohon di Long Island dan merusak rumah serta jaringan listrik.
Badan Cuaca Nasional memperkirakan badai melemah pada Minggu malam, dengan sisa hujan lebat di sebagian New England dan kawasan Atlantik tengah. Namun pejabat setempat di New Jersey dan New York mengingatkan bahwa pasang laut tinggi pada Senin malam berpotensi kembali mendatangkan banjir. Peramal utama badan itu, Bob Oravec, menyatakan bagian badai yang paling berdampak adalah angin kencang dan banjir pasang, bukan semata curah hujan.
Bagi warga pesisir, peristiwa ini membangkitkan ingatan pada Badai Sandy tahun 2012 yang menimbulkan kerusakan lebih dari 60 miliar dolar Amerika Serikat di bagian timur negara itu. Dampak badai kali ini jauh lebih kecil, tetapi pola banjir berulang dan pemadaman listrik yang meluas tetap mengganggu kehidupan sehari-hari. Tim utilitas dikerahkan untuk memulihkan jaringan yang rusak akibat pohon dan tiang tumbang.
Sejumlah warga di pesisir New Jersey mengaku belum pernah melihat banjir sebesar ini hampir satu dekade terakhir. Kawasan yang biasanya akrab dengan air laut pun kewalahan karena kombinasi hujan ekstrem dan naiknya muka laut saat pasang. Petugas mendesak warga menghindari jalan tergenang dan menyiapkan persediaan darurat selama pemulihan listrik berlangsung.
Pemadaman listrik menjadi dampak yang paling terasa luas. Tiang dan pohon tumbang memutus jaringan di empat negara bagian sekaligus, sehingga ribuan rumah menunggu giliran perbaikan. Petugas utilitas memperingatkan bahwa sebagian pelanggan bisa kehilangan listrik beberapa hari sampai kabel dan tiang diganti.
Gelombang setinggi enam meter membuat dermaga dan tanggul pesisir bekerja keras menahan air. Di kawasan yang drainasenya bergantung pada pompa, air bertahan lebih lama karena hujan tidak berhenti dan pasang laut kembali naik. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyedot air dari ruang bawah tanah warga.
Meski badai melemah, sisa kelembapan dan angin masih menyulitkan pembersihan. Warga diimbau menjauhi kabel yang jatuh dan tidak menyalakan peralatan listrik di ruangan yang terendam. Sekolah dan beberapa kantor memutuskan menutup sementara atau mengalihkan kegiatan ke dalam ruangan sejak awal pekan.
Perbandingan dengan Sandy tetap relevan bagi perencana kota. Badai tahun 2012 itu menimbulkan kerusakan lebih dari 60 miliar dolar Amerika Serikat dan memaksa pemerintah menata ulang pendekatan perlindungan pesisir. Peristiwa kali ini menegaskan bahwa banjir pesisir tidak selalu datang dari badai berkategori tinggi, melainkan dari badai yang bertahan lama di satu tempat.
Pelajaran lain menyangkut kesiapan warga. Pasang laut tinggi pada Senin malam diperkirakan kembali mendatangkan genangan, sehingga petugas meminta warga memindahkan kendaraan dan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Pengalaman berulang semacam ini mendorong sejumlah kota pesisir mengkaji ulang sistem drainase dan tanggul mereka.
Sumber: Unilad, AP melalui Vindy, AOL, dan Long Island Press, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar