Hakim di Pinellas County, Florida, menyatakan dokter bedah plastik Tomasz Kosowski bersalah atas pembunuhan tingkat pertama terhadap pengacara Steven Cozzi yang hilang dari kantor hukumnya pada Maret 2023.
Hakim Joseph Bulone di Pinellas County, Florida, menyatakan dokter bedah plastik Tomasz Kosowski bersalah membunuh pengacara asal Largo, Steven Cozzi, pada 2023. Putusan itu dibacakan setelah persidangan berlangsung lebih dari sepekan di pengadilan Clearwater, dan menutup perkara yang berjalan hampir tiga setengah tahun tanpa penemuan jasad korban.
Kosowski, mantan dokter bedah plastik di Tarpon Springs, melepaskan haknya atas persidangan juri dan memilih membela diri sendiri menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Setelah putusan dibacakan, ia menyatakan berencana tetap membela diri pada tahap penentuan hukuman, termasuk ketika jaksa menuntut hukuman mati bagi dirinya.
Cozzi hilang dari kantor hukum Blanchard Law pada 21 Maret 2023. Ia meninggalkan telepon seluler, kunci, dan dompetnya di meja kerja saat menghadiri proses perdata. Dalam perkara itu, Cozzi mewakili pihak tergugat yang digugat Kosowski terkait ulasan buruk di internet dan sengketa tagihan medis antara dokter dan pasiennya.
Ketegangan antara keduanya meningkat beberapa bulan sebelum kejadian. Dalam sesi pemeriksaan pada Januari 2023 di kantor hukum tersebut, sejumlah saksi menyebut Kosowski menghadang Cozzi di kamar mandi, menyebutnya sebagai orang buruk, dan menyatakan akan menang pada akhirnya. Kesaksian itu menjadi bagian dari rangkaian bukti yang mengungkap latar permusuhan keduanya.
Sepekan sebelum Cozzi menghilang, karyawan sebuah usaha di sebelah kantor itu menemukan Kosowski bersembunyi di ruang panel listrik kompleks bangunan. Petugas dipanggil setelah karyawan menemukan pemantik api dan sebuah kotak berisi gerobak yang identik dengan gerobak yang terlihat dalam rekaman pengawasan pada hari Cozzi menghilang dari kantornya.
Rekaman pengawasan memperlihatkan seseorang mendorong gerobak berat keluar dari kantor hukum menuju truk Toyota Tundra, yang kemudian dilacak ke rumah Kosowski di Tarpon Springs. Detektif menemukan darah Cozzi di kamar mandi kantor hukum, di dalam truk, di lantai garasi Kosowski, serta di dalam mobil yang dikemudikan Kosowski saat ditangkap petugas.
Saat penangkapan, petugas menemukan uang tunai 280 ribu dolar Amerika Serikat, buku jari kuningan, zat pelumpuh, dan rompi anti peluru yang berlumuran darah Cozzi di dalam kendaraan tersebut. Temuan itu menjadi bagian dari rangkaian barang bukti yang diajukan jaksa untuk membangun argumen bahwa korban tewas akibat perbuatan terdakwa.
Penyidik belum menemukan jasad Cozzi hingga kini. Catatan telepon seluler menunjukkan ponsel Kosowski terdeteksi di dekat tempat pembuangan sampah di kawasan Tamiami Trail, yang kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir di Collier County pada 23 Maret 2023. Pencarian selama tiga hari di lokasi itu tidak membuahkan hasil apa pun.
Menurut penyidik, jumlah darah yang ditemukan di rumah Kosowski menunjukkan Cozzi tidak selamat dari serangan tersebut. Kesimpulan itu menjadi dasar penting bagi jaksa dalam membangun argumen bahwa korban tewas akibat perbuatan terdakwa meskipun jasadnya tidak pernah ditemukan dan tidak ada saksi mata langsung dalam peristiwa tersebut.
Dalam pledoinya, Kosowski membantah membunuh Cozzi. Ia berargumen bahwa urutan waktu yang disampaikan jaksa tidak mungkin terjadi dan menilai tidak masuk akal jika tidak ada seorang pun yang mendengar sesuatu di kamar mandi kantor hukum yang sibuk pada saat jaksa menyebut korban dibunuh oleh terdakwa.
Kosowski juga mempersoalkan keterangan jaksa soal waktu kematian Cozzi. Ia menunjuk pada transaksi yang tercatat menggunakan kartu kredit korban setelah penyidik menyatakan korban sudah tewas. Hakim tetap menyatakan Kosowski bersalah, dan setelah putusan dibacakan, Kosowski menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Cozzi di ruang sidang.
Kasus ini menarik perhatian karena terdakwa memilih membela diri sendiri meski menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Pendekatan itu jarang ditempuh terdakwa dalam perkara pidana berat, karena mereka umumnya mempekerjakan pengacara dengan pengalaman menangani persidangan jangka panjang.
Jaksa menyatakan akan menuntut hukuman mati pada tahap penentuan hukuman. Proses itu berlangsung terpisah dari pemeriksaan kesalahan dan memberi ruang bagi kedua pihak untuk mengajukan bukti mengenai hal-hal yang meringankan maupun memberatkan sebelum hakim menjatuhkan putusan akhir.
Penyidik menyatakan pencarian jasad korban akan tetap dilanjutkan bila muncul petunjuk baru. Meski tanpa jasad, jaksa berhasil membangun perkara melalui rekaman pengawasan, jejak darah, dan catatan perjalanan kendaraan yang mengarah pada terdakwa sebagai pelaku perbuatan tersebut.
Sumber: Tampa Bay Times, Bay News 9, Fox 13 News, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar