EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Layanan ojek online berbasis motor listrik Green SM resmi beroperasi di Jakarta pada 16 September 2026. Kehadiran layanan itu membuka peluang bagi pengemudi untuk menggunakan motor listrik VinFast melalui sejumlah pilihan skema kendaraan, termasuk opsi sewa untuk memiliki.
Peluncuran Green SM Bike menandai langkah ekspansi signifikan bagi perusahaan ride-hailing asal Vietnam tersebut. Sebelum masuk ke segmen roda dua, Green SM telah mengoperasikan armada taksi listrik di Indonesia. Kali ini, Indonesia tercatat sebagai pasar internasional pertama bagi Green SM dalam memperkenalkan layanan motor listriknya, menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem transportasi berbasis baterai di tanah air.
Untuk tahap awal, layanan Green SM Bike tersedia di area tertentu di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Perusahaan menyatakan cakupan layanan akan diperluas secara bertahap seiring perkembangan permintaan dan kesiapan infrastruktur pendukung. Strategi bertahap ini umum diterapkan operator transportasi berbasis aplikasi guna memastikan ketersediaan armada dan waktu tanggap yang optimal bagi penumpang.
Armada yang digunakan Green SM Bike berasal dari VinFast, produsen otomotif Vietnam yang juga merupakan entitas saudara di bawah naungan Vingroup. Dua model yang diperkenalkan adalah VinFast Evo dan Feliz II, keduanya dikategorikan sebagai skuter listrik yang dirancang untuk mobilitas perkotaan. Skuter listrik umumnya menawarkan momen torsi instan, operasional yang lebih sunyi dibandingkan mesin bensin, serta biaya per kilometer yang lebih rendah — faktor-faktor yang relevan bagi pengemudi ojek online yang mengejar efisiensi harian.
Infrastruktur pengisian daya menjadi tulang punggung kelangsungan layanan motor listrik. Green SM menyatakan tengah membangun jaringan pengisian daya dan penukaran baterai untuk mendukung operasional kendaraan. Sistem penukaran baterai (battery swapping) memungkinkan pengemudi mengganti baterai kosong dengan yang penuh dalam hitungan menit, mengatasi kecemasan jarak tempuh (range anxiety) dan waktu pengisian yang lama — kendala klasik kendaraan listrik berbasis baterai tetap.
Melalui situs resminya, Green SM menegaskan layanan motor listrik itu ditujukan untuk memberikan pilihan transportasi yang lebih praktis bagi masyarakat perkotaan sekaligus membuka peluang pendapatan bagi mitra pengemudi yang bergabung. Dua jalur utama ditawarkan: skema kepemilikan bertahap dan sewa jangka pendek hingga menengah.
Skema unggulan adalah rent-to-own atau sewa untuk memiliki. Berdasarkan pengumuman resmi, pengemudi dapat memulai dengan biaya harian mulai Rp39.000. Dalam skema ini, pengemudi berkesempatan memiliki kendaraan sepenuhnya setelah menjalankan program selama dua tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga menyebut potensi pendapatan hingga Rp160.000 per hari bagi pengemudi yang memenuhi kriteria program. Perlu ditegaskan, angka Rp39.000 bukan harga beli tunai motor, melainkan biaya harian dalam skema kepemilikan bertahap tersebut.
Bagi yang belum siap mengikat diri jangka panjang, Green SM menyediakan opsi sewa dengan masa kontrak tiga, enam, atau 12 bulan. Deposit yang diperlukan untuk skema sewa ini adalah Rp150.000. Perusahaan juga menawarkan jaminan pendapatan Rp160.000 per hari selama dua bulan pertama pada skema sewa, ditambah bonus berbasis performa. Ketentuan pendapatan dan insentif tersebut mengikuti kebijakan program yang berlaku dan dapat berubah.
Proses rekrutmen mitra memiliki syarat konkret. Calon pengemudi harus berusia 21 hingga 54 tahun enam bulan, memiliki SIM C aktif, KTP, Kartu Keluarga, dan SKCK. Smartphone yang mendukung operasional aplikasi serta pemahaman tentang navigasi digital dan wilayah Jakarta menjadi prasyarat operasional. Sebelum berangkat, mitra mengikuti pelatihan standar pelayanan dan pengoperasian kendaraan listrik — hal penting karena karakteristik throttle, rem regeneratif, dan manajemen baterai berbeda dengan motor konvensional.
Green SM menegaskan tidak mengenakan biaya pendaftaran. Namun, kandidat yang lolos seleksi dan melanjutkan ke tahap serah terima unit wajib membayar deposit Rp150.000 sesuai ketentuan. Pendapatan mitra berasal dari perjalanan yang diselesaikan, dengan skema bagi hasil yang juga diterapkan pada layanan lain Green SM. Besaran pendapatan aktual dipengaruhi skema kerja sama, volume order, insentif, dan kebijakan wilayah, sehingga angka jaminan Rp160.000 per hari tidak berarti seluruh pengemudi otomatis memperoleh nominal serupa setiap hari.
Kehadiran Green SM Bike memperkaya pilihan transportasi berbasis kendaraan listrik di Jakarta, selaras dengan arah kebijakan nasional mendorong adopsi EV. Bagi calon mitra, skema mulai Rp39.000 per hari menawarkan jalan masuk ke kepemilikan aset produktif, sementara opsi sewa bulanan memberikan fleksibilitas. Perusahaan tidak menutup kemungkinan memperluas layanan ke wilayah lain di Indonesia, mengikuti dinamika permintaan dan kesiapan ekosistem pengisian.
Sumber: Antara Ekonomi, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar