Ilmuwan Pecahkan Misteri 50 Tahun dan Temukan Golongan Darah Manusia Baru

Computed tomography of human brain - large.png

EraAIdailyNews, 21 September 2026 — Para peneliti di NHS Blood and Transplant di Bristol, termasuk tim dari International Blood Group Reference Laboratory (IBGRL) bersama kolega di University of Bristol, berhasil mengungkap penyebab genetik antigen golongan darah AnWj. Temuan ini menjawab teka-teki yang berawal pada 1972 dan menetapkan sebuah sistem golongan darah baru yang diberi nama MAL. Hasil kerja tersebut dipublikasikan pada September 2026 dan berpotensi mencegah reaksi transfusi yang berbahaya pada sejumlah kecil pasien.

Kebanyakan orang mengenal ABO dan Rh sebagai penentu golongan darah, tetapi keduanya hanya bagian dari sistem biologis yang lebih luas. Permukaan sel darah merah membawa ratusan molekul, banyak di antaranya merupakan antigen atau penanda bagi sistem kekebalan. Kecocokan ABO dan Rh dominan dalam transfusi rutin. Namun, antigen yang kurang dikenal bisa menjadi krusial bagi pasien berantibodi tidak biasa atau bergolongan darah langka.

Antigen AnWj ditemukan pada 1972, tetapi gen penghasilnya dan protein pembawanya baru terungkap kini. Lebih dari 99,9 persen orang bersifat AnWj positif. Bagi minoritas negatif, perbedaan itu berpotensi serius. Jika mereka membentuk antibodi anti-AnWj lalu menerima darah positif, antibodi dapat menyerang sel donor dan memicu reaksi transfusi yang berbahaya.

Ada dua jalur berbeda menuju kondisi tanpa AnWj. Dalam kebanyakan kasus, ekspresinya tampak tertekan oleh gangguan hematologi atau kanker tertentu. Jauh lebih jarang, seseorang lahir tanpa antigen akibat perubahan genetik warisan. Karena hanya segelintir pemilik bentuk warisan ini pernah ditemukan, peneliti memiliki sedikit sekali materi untuk dibandingkan.

Tim menggunakan whole exome sequencing untuk membaca bagian DNA yang berisi instruksi pembuatan protein dan mencari varian tidak biasa di ribuan gen. Lima individu AnWj negatif secara genetik ternyata membawa delesi homozigot pada MAL; artinya, kedua salinan gen mereka berubah. Sampel mencakup anggota keluarga Arab Israel serta darah yang didonasikan pada 2015 oleh perempuan pertama yang diketahui AnWj negatif pada era 1970-an.

Pemeriksaan sel darah merah menunjukkan pola yang konsisten. Orang AnWj positif menghasilkan protein Mal utuh pada permukaan sel, sedangkan protein itu tidak ditemukan pada sel AnWj negatif. Gen MAL menghasilkan protein membran kecil tersebut. Peneliti lalu memasukkan MAL normal ke sel laboratorium: sel menjadi reaktif terhadap antibodi AnWj, sedangkan bentuk gen yang berubah tidak. Percobaan membuktikan Mal diperlukan dan cukup untuk mengekspresikan antigen.

Bukti itu menetapkan MAL sebagai sistem golongan darah baru, dengan AnWj sebagai antigen penentunya. International Society of Blood Transfusion mencatatnya sebagai ISBT 047. Saat itu, MAL menjadi sistem resmi ke-47 dan salah satu dari empat sistem dalam laporan terminologi 2026, bersama ER, CD36, dan ATP11C. Pada September 2026, organisasi yang sama mengumumkan JAMA sebagai sistem ke-49, gambaran bahwa pemetaan genetik darah masih berkembang.

Penetapan ini memberi spesialis darah cara genetik langsung untuk mencari pewaris AnWj negatif. Tes genotipe dapat dirancang mendeteksi perubahan MAL terkait dan berpotensi dimasukkan ke platform golongan darah yang sudah ada. Hal ini penting karena donor yang cocok amat sulit ditemukan ketika antibodi pasien ditujukan pada antigen yang dimiliki lebih dari 99,9 persen orang.

Urgensi itu terlihat dalam dua laporan klinis 2026. Seorang pria berusia 75 tahun dengan anemia berat dan autoantibodi anti-AnWj tidak mendapat darah cocok, sehingga dokter memberikan sel darah merah tanpa pencocokan setelah menimbang risiko. MAL-nya normal dan ia tidak mengalami reaksi hemolitik, menguatkan bahwa antibodinya diperoleh, bukan berasal dari defisiensi bawaan. Kasus lain pada pasien limfoma sel B derajat tinggi melibatkan autoantibodi pengikat komplemen dan tanda penghancuran sel setelah transfusi tidak cocok. Sutimlimab digunakan untuk menghambat jalur komplemen imun; hasil laboratorium membaik, tetapi kasus yang rumit dan masa perawatan singkat belum memungkinkan kesimpulan kuat tentang efektivitasnya.

Louise Tilley, Senior Research Scientist IBGRL Red Cell Reference di NHS Blood and Transplant, mengatakan misteri ini telah berlangsung lebih dari 50 tahun dan ia sendiri berupaya menyelesaikannya hampir 20 tahun. Menurutnya, kelangkaan kasus, kandidat gen yang tidak jelas, serta minimnya pengetahuan tentang Mal di sel darah merah membuat pembuktian sangat menantang. Ash Toye dari University of Bristol menambahkan bahwa manipulasi ekspresi gen membantu memastikan identitas AnWj dan kelak dapat membantu menemukan donor langka.

Nicole Thornton, Head of IBGRL Red Cell Reference, mengatakan tes genotipe kini dapat dikembangkan untuk mengenali pasien dan donor AnWj negatif secara genetik, lalu ditambahkan ke platform yang ada. Database resmi ISBT juga telah memuat alel rujukan MAL dan alel null terkait fenotipe negatif. Dengan demikian, teka-teki serologis lama kini memiliki dasar molekular yang jelas.

Penemuan ini memperlihatkan kompleksitas di balik huruf A, B, AB, dan O. Perbedaan molekul pada sel darah merah biasanya tidak terasa dalam kehidupan sehari-hari, tetapi menjadi penting ketika sistem kekebalan menghadapi antigen asing, terutama saat transfusi atau kehamilan. Identifikasi MAL memberi klinisi jalur menuju pengujian lebih baik dan peluang mengenali pasien langka sebelum pencarian darah berubah menjadi darurat.

Sumber: ScienceDaily, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar