EraAIdailyNews, 22 September 2026 — Siswa sekolah menengah atas dan sederajat dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik 2026 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026. Salah satu persiapan yang dapat dilakukan adalah berlatih mengerjakan soal-soal terkait tes tersebut secara mandiri.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan laman khusus bagi siswa yang ingin mencoba mengerjakan soal-soal Tes Kemampuan Akademik. Laman itu dapat diakses melalui alamat pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.
Simulasi Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang sekolah menengah atas, madrasah aliyah, dan sederajat serta sekolah menengah kejuruan dan madrasah aliyah kejuruan dijadwalkan mulai 21 September 2026. Berdasarkan informasi kementerian, simulasi berlangsung pada 21 hingga 27 September 2026.
Untuk mengakses laman simulasi, siswa membuka alamat yang telah disediakan, kemudian layar akan diarahkan ke halaman masuk. Siswa dapat memilih menu masuk tanpa perlu mengubah kode yang muncul pada layar tersebut.
Setelah itu, siswa mengetik nama peserta, tanggal lahir, dan memasukkan token. Posisi nomor token berada di sebelah kiri layar sehingga dapat ditemukan dengan mudah saat proses masuk berlangsung.
Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik telah berlangsung sejak 27 Juli 2026 dan akan ditutup pada 27 September 2026. Sebelum mendaftar, siswa sebaiknya memastikan telah memenuhi syarat yang ditentukan pemerintah agar pendaftaran tidak terhambat.
Tes Kemampuan Akademik adalah asesmen berskala nasional yang dibuat untuk mengukur sejauh mana capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu, mengikuti kurikulum yang sedang berlaku. Pesertanya adalah murid kelas 12, juga kelas 13 bagi sekolah dengan program pendidikan empat tahun.
Untuk jenjang sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, mata pelajaran yang diuji mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, lalu ditambah dua mata pelajaran pilihan. Jadi murid menempuh tiga mata pelajaran utama lebih dulu, baru menentukan dua pelajaran pilihan.
Selain simulasi, rangkaian pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik 2026 terdiri atas beberapa tahapan. Pendaftaran berlangsung 27 Juli hingga 27 September 2026, simulasi 21 hingga 27 September 2026, dan gladi bersih 5 hingga 18 Oktober 2026.
Pelaksanaan utama dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, sedangkan pelaksanaan susulan berlangsung 16 hingga 29 November 2026. Pengumuman hasil dijadwalkan pada 23 Desember 2026.
Asesmen Tes Kemampuan Akademik tidak bersifat wajib. Murid bebas mengikutinya sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing, tanpa dorongan atau paksaan dari pihak mana pun.
Pelaksanaan tes ini pun tidak menarik biaya apa pun, sebab seluruh pembiayaannya ditanggung negara atau pemerintah daerah. Aturan tersebut berlaku bagi peserta yang mengikuti asesmen mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan.
Hasil tes tidak menggantikan penilaian yang dilakukan satuan pendidikan dan dirancang untuk melengkapi sistem penilaian yang sudah berjalan. Karena itu, hasil asesmen tidak menentukan kelulusan murid dari satuan pendidikan, sebab kelulusan tetap ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing.
Simulasi memberi kesempatan bagi siswa mengenali bentuk soal dan alur pengerjaan sebelum pelaksanaan tes sebenarnya. Pengenalan tersebut dinilai membantu mengurangi kendala teknis maupun psikologis pada hari pelaksanaan.
Sekolah juga dapat memakai masa simulasi untuk memastikan perangkat dan koneksi internet yang akan dipakai siswa berfungsi dengan baik. Persiapan teknis itu penting karena tes dilaksanakan secara berbasis komputer.
Informasi resmi mengenai jadwal, syarat, dan tata cara pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik disampaikan melalui kanal kementerian. Siswa dan orang tua diimbau mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak keliru menerima kabar yang beredar.
Dengan memanfaatkan masa simulasi secara sungguh-sungguh, siswa dapat mengikuti tes dengan pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara dan jenis soal yang akan dihadapi pada Oktober 2026.
Pelaksanaan tes berbasis komputer menuntut kesiapan perangkat di sekolah, termasuk ketersediaan komputer dan jaringan internet yang memadai. Kesiapan itu menjadi bagian dari persiapan yang perlu dipastikan sebelum hari pelaksanaan.
Siswa dapat memanfaatkan hasil latihan pada masa simulasi untuk menyusun rencana belajar hingga pelaksanaan tes utama. Dengan begitu, waktu yang tersisa dapat dipakai untuk memperkuat materi yang masih dinilai lemah.
Pendampingan dari guru juga dinilai membantu siswa memahami tata cara pengerjaan soal berbasis komputer. Pengalaman mengerjakan simulasi membuat siswa lebih siap menghadapi tahapan gladi bersih dan pelaksanaan utama.
Sumber: Kompas.com dan Kompas TV, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar