The Fed Naikkan Suku Bunga Seperempat Poin, Kenaikan Pertama Sejak 2023

The Fed Naikkan Suku Bunga Seperempat Poin, Kenaikan Pertama Sejak 2023

Bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan seperempat poin ke kisaran 3,75 hingga 4,00 persen lewat keputusan bulat 12-0 pada 16 September 2026, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut inflasi terlalu tinggi, sementara proyeksi baru menunjukkan inflasi baru kembali ke target pada 2029.

Bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan seperempat poin persentase pada Rabu, 16 September 2026, meski Presiden Donald Trump berulang kali mendesak penurunan biaya pinjaman. Keputusan bulat 12-0 di Komite Pasar Terbuka Federal mengangkat kisaran suku bunga dana federal menjadi 3,75 sampai 4,00 persen, dan menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyebut keputusan itu sebagai upaya mengurangi sejumlah kelonggaran kebijakan. Alasannya adalah inflasi yang masih bertahan di atas target, pasar tenaga kerja yang kuat, serta data harga konsumen dan produsen yang lebih panas dari perkiraan, ditambah ketegangan geopolitik yang kembali memanas. Ia menegaskan fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah terlalu lama bertahan di situ.

Warsh mengatakan ia sulit menyebut kondisi keuangan saat ini bersifat mengetatkan, dan pandangan itu dipegang luas oleh para pejabat. Ia menekankan bahwa langkah ini bertujuan menghapus sebagian kelonggaran kebijakan, bukan membalikkan arah secara penuh, dan memilih menyoroti tren ekonomi keseluruhan dibanding satu rilis data tunggal.

Proyeksi triwulanan yang dirilis bersamaan keputusan itu menunjukkan para pejabat menaikkan perkiraan pertumbuhan 2026 menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 2,2 persen, dan menurunkan perkiraan pengangguran menjadi 4,1 persen dari 4,3 persen. Di tengah latar itu, proyeksi median suku bunga akhir tahun naik ke 4,1 persen, setara dengan satu kenaikan seperempat poin lagi menuju kisaran 4,00 sampai 4,25 persen.

Perlu dicatat, proyeksi tersebut mencerminkan harapan para pembuat kebijakan, bukan komitmen untuk bertindak. Warsh tidak memberikan pandangan pribadi soal kenaikan lanjutan dan lebih menekankan arah tren daripada tanggal pasti. Namun arah keseluruhan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama mengingat harga konsumen dan produsen yang terus menekan.

Angka inflasi menjadi sorotan utama. Para pejabat menaikkan perkiraan inflasi utama indeks pengeluaran konsumsi pribadi 2026 menjadi 3,7 persen dari 3,6 persen, dan proyeksi mereka tidak menunjukkan inflasi benar-benar kembali ke target 2 persen sebelum 2029. Warsh mengakui The Fed tidak bisa mengendalikan harga pangan atau minyak secara langsung, dan kebijakan moneter hanya bisa mencegah kenaikan itu menjalar ke seluruh ekonomi.

Pembedaan itulah yang menjadi dasar ia menanggapi dorongan Trump agar suku bunga diturunkan. Warsh berpegang pada stabilitas harga sebagai tujuan utama, dan menilai warga berpenghasilan rendah justru yang paling diuntungkan oleh harga yang stabil.

Dampak di pasar keuangan langsung terasa setelah keputusan. Imbal hasil obligasi pemerintah berjangka dua tahun menyentuh 4,74 persen, dolar menguat sekitar 0,7 persen terhadap mata uang utama, saham tertekan, dan pasar kripto mengalami likuidasi. Sebelum pertemuan, imbal hasil tenor 10 tahun sempat menyentuh 5 persen untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, yang biasanya diikuti kenaikan suku bunga KPR.

Warsh menghubungkan kenaikan imbal hasil jangka panjang itu dengan persaingan pendanaan antara pinjaman pemerintah dan belanja infrastruktur kecerdasan buatan para raksasa teknologi, sekaligus mencerminkan kekuatan ekonomi. Tekanan dari Gedung Putih dan pasar menciptakan tarikan berlawanan bagi kepemimpinan The Fed dalam menentukan laju langkah lanjutan.

Pernyataan resmi komite menegaskan langkah kebijakan ini akan mendukung kembalinya inflasi ke sasaran 2 persen dengan lebih tepat waktu. Dalam konferensi pers, Warsh mengulang kekhawatirannya: pembacaan inflasi musim panas tidak menunjukkan tren dasar membaik secara berarti, dan terlalu banyak kategori harga masih mencatat kenaikan di atas 3 persen baik pada basis enam maupun 12 bulan.

Proyeksi baru juga mengungkap dukungan yang meluas untuk rangkaian kenaikan lanjutan. Median proyeksi suku bunga akhir 2026 naik ke 4,1 persen dari 3,8 persen, dan enam belas pejabat memperkirakan sedikitnya satu kenaikan tambahan tahun ini. Untuk 2027, median proyeksi menunjuk tidak ada kenaikan lagi, meski delapan pembuat kebijakan menyukai satu seperempat poin tambahan pada akhir 2027.

Menjelang keputusan, pasar melihat peluang di atas 90 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga, berdasarkan harga kontrak berjangka dana federal. Pasar juga menandai satu kenaikan lagi sebelum akhir tahun. Setelah keputusan diumumkan, saham justru menguat sementara imbal hasil obligasi 10 tahun menyempit penurunannya ke sekitar 4,98 persen.

Konteks kebijakan juga penting: The Fed sebelumnya memilih menahan suku bunga pada akhir Juli. Dalam pekan-pekan berikutnya, investor mendorong biaya pinjaman jangka panjang naik hingga imbal hasil 10 tahun menyentuh 5 persen untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dan suku bunga KPR yang umumnya mengikuti imbal hasil itu ikut tertekan.

Sumber: The New York Times, ABC News, Consumer Affairs, dan Coin Edition, September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar