Pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB dengan Surat Penangkapan ICC, 100 Orang Ditahan

Netanyahu Bicara di PBB, 100 Ditahan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Umum PBB pada 24 September dengan surat penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional masih berlaku. Lebih dari 100 orang ditahan dalam demonstrasi besar di luar gedung, sebagian selebritas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 24 September. Dalam pidato itu ia membela kampanye militer negaranya di Iran, Gaza, dan sejumlah wilayah lain di Timur Tengah.

Pidato tersebut berlangsung sementara surat penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang masih berlaku terhadap dirinya. BBC bahkan membuat laporan khusus mengenai alasan Netanyahu tidak ditangkap setelah bicara di Sidang Umum.

Kedatangan Netanyahu menuai protes keras. Saat ia melangkah ke panggung, terjadi keluarnya massa dari ruang sidang sebagai bentuk penolakan terhadap kehadirannya.

Di luar gedung, lebih dari 100 orang ditahan dalam demonstrasi besar menentang kebijakan Netanyahu. Di antara mereka yang ditahan adalah wajah-wajah terkenal, antara lain aktris Susan Sarandon, mantan analis intelijen Chelsea Manning, dan komedian Caleb Hearon.

Dalam pidatonya, Netanyahu menyerang Tehran dengan klaim dramatis bahwa jika ia tidak menyerang Iran, semua orang akan mati. Ia juga melanjutkan perselisihan pahit dengan wali kota New York, Zohran Mamdani, dengan menyebutnya antisemitis.

Saat itu pula Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, berbicara di PBB lewat siaran setelah visa masuknya kembali ditolak pemerintah Amerika Serikat. Ia menyeru pemimpin dunia memintakan pertanggungjawaban Israel dan menegakkan rencana gencatan senjata Gaza 20 poin yang macet.

Di dalam negeri Israel, pidato itu berbarengan dengan gerak politik yang sama pentingnya. Lima pemimpin oposisi bertemu di rumah pemimpin oposisi Yair Lapid di Tel Aviv pada Sabtu untuk menyusun strategi menghadapi pemilihan Knesset 27 Oktober.

Lima politikus yang hadir adalah Lapid dari Yesh Atid, Naftali Bennett dari Bennett 2026, Avigdor Lieberman dari Yisrael Beiteinu, Gadi Eisenkot dari Yashar, dan pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan. Kanal 12 Israel melaporkan pertemuan itu.

Dalam dokumen yang diunggah Lapid, setiap pemimpin partai berjanji bekerja di konstituensi masing-masing untuk mendorong partisipasi pemilih dan menarik dukungan dari berbagai sektor demi meraih mayoritas dan membentuk pemerintahan baru.

Dokumen itu juga menyebut tiga kelompok kerja bersama dibentuk dalam 48 jam. Kelompok pertama fokus pada partisipasi pemilih dan menjaga integritas pemilu, kelompok kedua menyusun garis besar pemerintahan, termasuk komisi penyelidikan atas serangan 7 Oktober 2023 dan penyusunan konstitusi baru.

Kelompok ketiga mengoordinasi aktivitas media dan berupaya menangkal apa yang dokumen itu sebut berita palsu serta kampanye pencemaran nama baik menjelang pemungutan suara.

Dalam respons pertamanya, Netanyahu menyatakan Gadi Eisenkot akan berupaya membentuk pemerintahan bersama Lapid, Golan, Bennett 2026, Yisrael Beiteinu, dan partai-partai Arab.

"Hanya Likud yang kuat yang bisa menghentikan mereka," tulis Netanyahu di platform X. Ia juga mengunggah foto hasil rekayasa kecerdasan artifisial dari pertemuan itu dengan menambahkan pemimpin Partai Arab Bersatu, Mansour Abbas, dan pemimpin Hadash-Ta'al, Ahmad Tibi.

Bennett menyatakan dirinya kembali dipenuhi harapan dan yakin blok oposisi bisa meraih 63 kursi. Ia menyebut kesepakatan kerja sama berlaku penuh hingga hari pemilihan dan setelahnya, dengan tujuan membentuk pemerintahan yang memperbaiki Israel.

Politik Israel kini berada di bawah tekanan ganda: penolakan internasional atas pidatonya di PBB di satu sisi, dan konsolidasi oposisi menjelang pemilihan di sisi lain. Kedua kekuatan itu sama-sama menekan Netanyahu menjelang akhir Oktober.

Visa masuk Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, kembali ditolak pemerintah Amerika Serikat tahun ini. Penolakan itu membuatnya hanya bisa menyampaikan pidato melalui rekaman video.

Di jalur diplomatik, Iran menyampaikan usulan kepada Amerika Serikat yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan kelanjutan perundingan menuju kesepakatan akhir. Usulan itu disampaikan melalui perantara pada pekan yang sama.

Selain dokumen, Lapid juga membagikan foto kelompok yang memperlihatkan para pemimpin oposisi berdiri bersama di kediamannya, sekaligus tanda bahwa kesepakatan itu benar-benar terwujud.

Di kota itu, puluhan orang yang memprotes kebijakan Netanyahu ditahan menjelang pidato digelar. Penahanan itu menambah daftar protes yang berlangsung sepanjang pekan di sekitar lokasi Sidang Umum.

Pemilihan Knesset pada 27 Oktober menentukan apakah Netanyahu masih memegang kendali pemerintahan setelah berbulan-bulan di bawah tekanan.

Sumber: BBC News, Al Jazeera, The Guardian, dan CNN, 24-27 September 2026.

Tidak ada komentar

Posting Komentar