Setelah hampir enam tahun, jasad Jason Landry, mahasiswa Texas State University yang hilang pada Desember 2020, teridentifikasi melalui uji DNA dari temuan kerangka di Caldwell County, Texas.
Misteri hilangnya seorang mahasiswa di Texas akhirnya menemukan titik terang. Kerangka yang ditemukan di Caldwell County, Texas, pada 8 September 2026 dipastikan sebagai Jason Landry, mahasiswa Texas State University berusia 21 tahun yang menghilang sejak Desember 2020.
Kepastian itu diperoleh setelah pengujian DNA yang dilakukan Pusat Identifikasi Manusia Universitas North Texas. Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, mengumumkan hasil tersebut secara resmi dan menyatakan keluarga korban telah diberi tahu.
Menurut keterangan otoritas, kerangka itu ditemukan seorang warga setempat di kawasan timur Salt Flat Road, di antara Soda Springs dan Biggs Road. Tim penyidik menyatakan sisa tulang tersebut tidak memberi keterangan tambahan soal penyebab maupun cara kematian, dan tidak ada indikasi keterlibatan pihak lain.
Landry terakhir terlihat pada malam 13 Desember 2020. Mahasiswa tingkat tiga itu mengepak barang ke dalam mobil Nissan Altima keluaran 2003 untuk pulang ke Missouri City, Texas, menikmati libur Natal bersama keluarga. Ia tidak pernah sampai ke tujuan.
Beberapa saat setelah tengah malam, seorang petugas pemadam kebakaran sukarela menemukan mobilnya dalam kondisi ringsek dan ditinggalkan di jalan tanah terpencil Salt Flat Road di luar Luling. Lampu kendaraan masih menyala, sementara kunci tidak ada di lubang pengapian.
Barang-barang milik korban juga ditemukan berserakan di sekitar lokasi. Telepon seluler, dompet, dan pakaiannya tergeletak tidak jauh dari mobil. Sejak saat itu, keberadaan mahasiswa tersebut tidak diketahui selama hampir enam tahun.
Upaya pencarian pada hari-hari awal setelah kecelakaan berlangsung besar-besaran. Tim menelusuri area seluas lebih dari 50 mil persegi dengan berjalan kaki, menunggang kuda, dan menggunakan pesawat. Meski begitu, tidak ada jejak Landry yang ditemukan.
Sejak 2020, Unit Kasus Lama di kantor Jaksa Agung Texas menjalankan pencarian darat dan udara, memeriksa ulang barang bukti, serta menindaklanjuti berbagai petunjuk. Penyelidikan itu melibatkan Kantor Sheriff Caldwell County, Departemen Keamanan Publik Texas, Texas Search and Rescue, dan sejumlah relawan warga.
Keluarga korban sebelumnya menawarkan imbalan 10 ribu dolar Amerika Serikat bagi siapa pun yang memiliki informasi tentang keberadaan atau kepulangan Landry. Seorang mantan agen FBI juga pernah mengajukan teori alternatif terkait kasus ini sebelum Jaksa Agung Texas menyetujui penanganan ulang perkara.
Pekan lalu, deputi Caldwell County memastikan penemuan kerangka di sepanjang Biggs Road. Temuan itu memicu proses pengujian forensik yang akhirnya memberi jawaban bagi penyidik dan keluarga Landry setelah bertahun-tahun penantian.
Paxton menyebut perkembangan ini sebagai momen penting dalam perkara yang selama hampir enam tahun membebani perhatian banyak pihak. Ia menyatakan keluarga Landry mengalami tragedi yang sulit dibayangkan dan akan tetap berada dalam doa, terutama pada masa yang sangat sulit ini.
Ia juga menegaskan Unit Kasus Lama di instansinya akan terus bekerja menyelesaikan perkara dan memberi kejelasan bagi keluarga korban di Texas. Menurutnya, penanganan kasus lama menjadi bagian dari tanggung jawab lembaga yang ia pimpin.
Lembaga-lembaga yang terlibat dalam penyelidikan meminta publik menghormati privasi keluarga Landry. Mereka menyatakan keterangan tambahan akan disampaikan pada waktu yang dianggap tepat. Permintaan itu menutup babak panjang pencarian seorang mahasiswa yang menghilang di jalan sepi Texas.
Proses identifikasi berlangsung setelah kerangka itu dibawa ke laboratorium forensik. Pengujian DNA membandingkan materi genetik dari temuan tersebut dengan sampel keluarga korban, dan hasilnya diumumkan sebagai kepastian identitas. Metode itu menjadi jalur utama ketika ciri fisik sudah tidak lagi dapat dikenali setelah bertahun-tahun terpapar cuaca di kawasan terbuka.
Lokasi penemuan berada di kawasan pedesaan yang jarang dilalui kendaraan, tidak jauh dari jalur tempat mobil korban pertama kali ditemukan. Kondisi medan berupa jalan tanah, semak, dan lahan terbuka menjadi salah satu sebab pencarian sebelumnya sulit menjangkau seluruh area meski melibatkan banyak personel dan peralatan.
Sejumlah pihak yang menangani perkara menyatakan sisa tulang tersebut tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana korban meninggal. Karena itu, penyidik tidak menarik kesimpulan soal penyebab kematian dan menegaskan tidak menemukan tanda-tanda kejahatan. Keterangan resmi disampaikan secara terbatas dengan alasan menghormati keluarga.
Sumber: Click2Houston, KEYE, September 2026.
Tidak ada komentar
Posting Komentar